Bela Negara dari Perspektif Rakyat

Upacara penutupan pendidikan bela negara
Bela Negara dari Perspektif Rakyat 1

Mungkin jika mendengar bela Negara mayoritas orang berpikir seperti wajib militer, dalam 1 bulan ada masa kita harus belajar baris berbaris atau mungkin belajar cara hormat, dan ada penerapan disiplin seperti jika telat atau salah dijemur atau push up.

Atau mungkin dalam beberapa sesi kita berkumpul di sebuah ruangan mendengar paparan dari para instruktur untuk mendengar paparan dan konsep bagaimana bela Negara .

Atau mungkin pada suatu sesi peserta dibawa ke sebuah keadaan bahwa kita sedang berada di area pertempuran, dan kita belajar survival dan bagaimana cara bergrilya.

Entah kenapa sampai sekarang konsep bela Negara belum ada dan belum jelas tapi ributnya minta ampun, dari mulai pengatur pemerintah hingga rakyat jelata seperti saya, seolah tidak ada hal yang lebih urgent, mengapa demikian? Konsepnya belum jelas tepi ributnya minta ampun,

Atau mungkin begini jadinya jika rakyat mudah diombang ambing oleh isu politis yang diperkuat media dan jadilah perbincangan hangat di setiap keadaan.

Jika dibalik lagi, apakah kami rakyat jelata sudah tidak terlihat mencintai Negara ini?. Atau apakah kami di Negara ini sudah menjadi penghambat kemajuan Negara, atau mengancam keberadaan Negara ini? Memangnya kami mau pindah kemana? atau memangnya kami mau membuat Negara baru?

Selanjutnya jika memang kami harus bela Negara seperti apa konsepnya?

Apakah bela Negara itu jika melihat orang serakah menebang pohon dan membakar hutan atau menambang pasir secara illegal kami wajib mengusir dan membinasakannya?

Atau apakah jika melihat abdi Negara memeras rakyat dan memakan uang Negara kami harus mengarak mereka ke lapangan dan mengatakan inilah perusak Negara?

Jika boleh saya punya usul, konsep bela Negara mungkin bisa dibuat ketahanan ekonomi, di mana setiap desa melakukan operasi rutin di mana jika ketahuan lahan kosong yang tidak digarap si empunya, maka bergotong royong menanam dan mengolahnya dengan perjanjian tertentu dengan si empunya tentunya.

Atau jika di perkotaan rutin mengadakan operasi sampah secara berjamaah dan operasi menghapus rumah rumah kardus untuk ditempatkan di tempat yang layak.

Atau opeasi antar rumah jika kedapatan yang nganggur dan tidak mempunyai pekerjaan dibawa dan dipekerjakan oleh Negara dan disebar ke seluruh wilayah Indonesia ini, agar mereka menjadi sejahtera .

Tentunya kami masih mencintai negeri ini dengan setulus hati, karena disini kami lahir sampai mungkin meninggal dan beranak pinak,

Tapi jika mereka penghancur negeri dibela oleh aparat yang seharusnya membela Negara, terus kami harus bilang apa?

Tapi jika kami dipaksa harus seremoni baris berbaris atas nama bela Negara itu hal yang mudah, karena kami sudah terbiasa.

Atau jika kami harus belajar menahan lapar dan bertahan hidup, bagi kami rakyat jelata sudah terbiasa,

Sekian dari kami rakyat jelata

Saeful

Leave a Comment