Akibat Penusukan dan Penembakan, Blokade Yerussalem

Tiga orang tewas diikuti 16 lainnya mengalami luka-luka sebagai akibat penembakan serta penusukan terjadi di bus Yerusalem. Kejadian itu justru mendapat apresiasi dari Hamas, salah satu kelompok di Palestina, dengan menganggap pelaku berjumlah dua orang tersebut sebagai pahlawan.

Kecaman akan aksi penembakan datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam waktu sama juga akan melakukan pertemuan dengan kabinetnya untuk membahas kejadian di Yerusalem.

Pelaku berjumlah dua orang dimana pelaku pertama dapat dilumpuhkan oleh polisi sekitar dilaporkan terluka sedangkan pelaku kedua ditembak mati setelah pelaku mencoba melawan keamanan.

Peristiwa itu sangat mengerikan dan penuh ketakutan ditambah sebagian besar terdapat anak-anak dan orang tua saat kejadian berlangsung. Ini merupakan serangan lanjutan dari sebelumnya dengan tempat berbeda dimana 2 warga Israel tewas dan 3 terluka dari serangan yang dilakukan oleh warga Palestina.

“Mereka melepaskan tembakan setelah tersangka menembak dan menikam para penumpang bis,” kata polisi dikutip dari BBC, Rabu 14 Oktober 2015. Pembunuhan hampir terjadi setiap harinya oleh tersangka Palestina sehingga banyak warga sipil israel ditemukan tewas. Di sisi lain sebanyak 18 warga Palestina juga berhasil dilumpuhkan hingga tewas.

Ketegangan Israel-Palestina akan mengalami peningkatan sebagai akibat tindakan penembakan dengan penikaman. Dalam kancah internasional di Sidang Umum PBB terjadi aksi saling kecaman diantara dua pemimpin negara tersebut, Mahmud Abbas, Presiden Palestina mengatakan Israel sudah membangun situasi eksplosif di Yerussalem dan Tepi Barat dengan kekerasan.

Berbeda dengan Benyamin Netanyahu dalam responnya meminta Mahmud Abbas segera berhenti menyebarkan isu kebohongan mengenai negaranya dan mengajak Abbas berunding mengenai perdamaian. Kabinet Israel mengambil tindakan pencegahan akan peristiwa penusukan dengan memerintahkan kepolisian untuk menyegel kota Yerusalem. Tentara juga ikut dikerahkan partisipasinya dengan menjaga di sekitar wilayah kota itu.

Penutupan kota Yerusalem berserta penjagaan ketat dari kepolisian dibantu dengan pasukan tentara membuat atmosfer kota itu nampak mencekam karena berhentinya rutinitas kegiatan sehari-hari masyarakat sekitar, seperti kegiatan belanja, perkumpulan, dan aktivitas lainnya.

Aprilian Cena