Hacker Pendukung ISIS, Digagalkan Malaysia

 

Malaysia berhasil menahan seorang warga negara Kosovo, berumur 20 tahun pad 15 september. Pria Kosovo itu terindikasikan membobol data-data penting, seperti database computer serta informasi mengenai pejabat keamanan Amerika kepada kelompok teroris, yakni ISIS. Dari tempat berbeda pemerintah Amerika menyatakan pria tersebut sebagai Ardit Ferizi sebagai pemimpin kelompok peretas atau Kosovo Hacker Security (KHS). Dengan segera Malaysia mengurus ekstradisi pelaku ke Amerika Serikat.

Bulan Agustus Feriza pergi ke Malaysia tahun lalu serta menetap untuk mempelajari ilmu ekonomi di Kuala Lumpur, begitu pernyatn kepolisian Malaysia. Kemudian pada bulan Juni dan Agustus 2015 pelaku peretas sudah menyerahkan berbagai data informasi kepada Junaid Hussain atau dikenal Abu Hussain Al-Britani sebagai anggota ISIS. Dimana data informasi berisikan data para pejabat Amerika diunggah ke internet seiring adanya ancaman terhadap mereka. Unggahan bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap ISIS dengan memicu tindakan teroris di Amerika.

Kementrian Kehakiman Amerika mengatakan sebelumnya Ferizi dikenal dengan samaran “ThDir3torY” pernah meretas sistem di perusahaan Amerika dengan mengambil data pribadi staf militer dan pemerintahn Amerika. Pelaku kejahatan akan dikenakan dakwaan peretasan komputer dan pencurian identitas dengan ancaman hukuman selama 35 tahun. “Penyelidikan awal menemukan tersangka berkomunikasi dengan salah satu ‘tangan kanan’ kelompok teroris ISIS di Suriah guna meretas beberapa server yang berisi informasi dan rincian personel dan tim keamanan AS,” kata kepolisian Malaysia lagi.

Meskipun Malaysia belum merasa adanya ancaman langsung dari militan ISIS akan tetapi negeri jiran ini tetap melakukan berbagai aktivitas untuk pencegahan. Adapun berbagai antisipasi oleh pemerintah Malaysia, seperti melakukan penangkapan terhadap 100 warga terindikasi keterlibatannya dalam kelompok ISIS serta menindak keras kepada warga Malaysia jika terbukti pergi ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Terbukti dengan adanya salah satunya pada bulan Agustus, polisi berhasil menangkap 10 orang terindikasi memiliki jaringan kuat dengan ISIS, 6 di antaranya anggota pasukan keamanan Malaysia.(668)