Pasukan Sudan Mendarat di Kota Aden, Yaman

Satu batalion pasukan Sudan tiba di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, pada Sabtu kemarin. Pasukan ini akan memperkuat pasukan pimpinan Arab Saudi untuk memberantas kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Aden adalah kota pelabuhan dan pelayaran yang strategis, yang menjadi tempat jalannya pemerintahan Yaman sejak awal tahun ini, setelah gerilyawan Houthi dari Yaman utara, merebut ibukota Sanaa dan memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke selatan.

Sebuah sumber militer di Aden mengatakan, 300 tentara Sudan dan perwiranya tiba melalui laut pada hari Sabtu. Tujuan mereka adalah untuk “membantu menjaga keamanan kota dari gangguan kelompok Houthi dan Saleh, kata sumber itu, mengacu pada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang telah berpihak pada Houthi.

President Abd-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi, ketika kelompok Houthi yang dibantu kelompok Zaydi dari Islam Syiah, maju ke arah Kota Aden pada bulan Maret. Perdana Menteri Khaled Bahah kembali dari pengasingan, setelah pejuang anti-Houthi yang didukung oleh koalisi Arab, berhsil memukul kelompok Houthi dan sekutunya keluar dari Kota Aden.

Namun, mereka belum berhasil memulihkan keamanan di sana. Pembom bunuh diri baru saja menewaskan 15 orang dalam satu serangan di kantor pusat koalisi Arab dan pos-pos pemerintah Yaman di Aden pada 6 Oktober 2015.

“Pasukan kami di Yaman siap melakukan tugas militer mereka di bawah komando pimpinan militer aliansi,” kata juru bicara militer Sudan Brigjen Ahmed Khalifa Alshami. “Sudan berkomitmen untuk mengembalikan legitimasi di Yaman.”

Situasi keamanan di Aden masih mengkhawatirkan setelah sejumlah warga melaporkan bahwa orang-orang bersenjata, termasuk militan Islam yang terkait dengan al-Qaeda, berkeliaran di jalanan. Pada hari Sabtu, orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati seorang warga negara UEA, di sebuah toko di Aden, menurut sumber keamanan setempat. Kantor berita UEA, WAM, melaporkan bahwa seorang tentara koalisi tewas namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Koalisi Arab mengatakan tujuan kedatangan pasukan Sudan, untuk memulihkan pemerintahan yang berkuasa di Yaman, Presiden Hadi. Setidaknya 5.400 orang tewas sejak dimulai serangan udara di bulan Maret.

Reuters