Potensi Topan Koppu, Filipina Bergegas

 

Filipina akan dihadapkan dengan badai dahsyat dikenal dengal Angin Topan Koppu. Diperkirakan angin topan dahsyat itu akan menerjang disertai hujan deras berpotensi terjadinya banjir juga. Dalam siaran televisi di Filipina Presiden Filipina, Benigno Aquino memperingatkan warganya segera bersiap dievakuasi dari jalur terjangan angin Koppu. Ia juga mengatakan badai akan berlangsung sekitar 12 jam dan bisa menyebabkan banjir besar. Diperkirakan akan menerjang Pulau Luzon pada minggu dini hari.

Angin topan akan berhembus dengan kecepatan 180 km/jam dan bergerak lambat berarti bisa memicu hujan deras dalam waktu lama. Hujan deras pertama akan muncul di wilayah utara dan tengah Luzon pada sabtu ini. “Pemerintah ada di sini untuk membantu agar tak sampai ada korban jiwa yang jatuh,” kata Aquino dari Liputan6.com dikutip dari BBC, Sabtu 17 Oktober 2015.

Pemerintah Filipina mengimbau kepada warganya untuk mengikuti perkembangan yang ada serta mengikuti peringatan dari pemerintah yang nantinya diikuti dengan evakuasi warga Filipina itu sendiri. Selain itu pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan saat evakuasi berlangsung. Aquino menyarankan kepada seluruh masyarakat Filipina khususnya pemerintahnya saling berkerja sama guna menghadapi bencana alam besar ini.

Badan Meteorologi setempat memberikan suatu peringatan untuk penduduk di sekitar perairan timur Luzon bersiap akan menghadapi serangan ombak mencapai 2 meter sebagai dampak hempasan angin badainya. Sementara itu angkatan militer di wilayah tersebut sudah disiapkan untuk penanggulangan bencana. Topan Koppu atau dikenal sebagai Lando diprediksikan tidak akan berlalu dari Filipina hingga Selasa depan. Kemudian angin itu akan berlanjut menuju Taiwan.

Ini bukan angin topan pertama dengan kekuatan besar yang pernah menghantam Filipina. Ada pengalaman buruk dialami oleh Filipina pada 2013, bernama Angin Topan Haiyan dinobatkan sebagai badai terkuat yang tercatat di darat menghantam Filipina mampu menghancurkan kota bersamaan sebanyak 6.300 orang tewas serta dengan status hilang sekitar 1.000 manusia.(668)