Akankah Pesawat Amfibi Beriev BE 200 Menjadi Faktor Pembeda ?

Pesawat bantuan dari Australia dan Malaysia telah menarik diri dari upaya pemadaman api di Indonesia

Pesawat Amfibi Beriev BE 200

Palembang – Dua unit pesawat Rusia Beriev BE 200 akan datang untuk membantu pemadaman titik api yang ada di pulau Sumatera. Pesawat akan dijadwalkan tiba pada hari Rabu (21/10/2015) pukul 02.00 WIB di Pangkalpinang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampang mengatakan, bantuan pesawat dari Rusia tersebut akan ditempatkan di Pangkalpinang karena kalau ditempatkan di Palembang sudah banyak pesawat bantuan disini.

“Kita tempatkan pesawat Rusia ini di Pangkalpinang karena untuk memudahkan pesawat tersebut melakukan pengeboman atau waterbombing,” jelasnya usai Briefing di BPBD Sumsel, Senin (19/10/2015).

Pesawat Rusia yang memiliki kapasitas 12.000 liter ini pun melakukan pengambilan air di laut atau water scooping sehingga efisien ditempatkan di Pangkalpinang.

“Walaupun pesawat tersebut dioperasikan di Pangkalpinang akan tetapi koordinasi tetap dilakukan disini,” tuturnya.

Ia mengatakan, saat tiba pada Rabu mendatang segera mungkin pesawat Rusia tersebut akan dikerahkan untuk membantu pemadaman.

“Tapi mungkin efektifnya Kamis (22/10/2015). Penempatannya bukan di Palembang. Pendekatan parkirnya di Pangkalpinang agar lebih efektif dan tidak terlalu terhalang asap. Nanti fokus pemadaman masih di Airsugihan, OKI,” jelas Willem.

Willem mengatakan, walaupun saat ini bantuan pesawat asing dari negara tetangga sudah mulai berkurang yakni seperti dari Australia yang telah berakhir, Minggu (18/10/2015) lalu dan Malaysia berakhir pada Senin (19/10/2015) akan tetapi pihaknya mengatakan tak mengganggu secara signifikan untuk pemadaman titik api ini.

“Pastinya ada pengaruh pasca bantuan negara tetangga ini berkurang akan tetapi kita masih tetap efektif untuk melakukan waterbombing apalagi ada bantuan dari Rusia yang akan menggantikan,” tambah dia.

Willem menjelaskan, kapasitas kemampuan water bombing yang ada sebelumnya mencapai 60 ton, namun berkurang 21 ton setelah pulangnya bantuan Australia dan Malaysia. Dengan sisanya sekitar 39 ton masih optimal untuk pemadaman di wilayah Sumsel.

“Walaupun pesawat Malaysia dan Australia telah berakhir melakukan pemadaman api akan tetapi kita masih memiliki pesawat Chinook asal Singapore yang masih diperbantukan hingga pekan depan,” jelas dia.

Rencananya, lanjut Willem pesawat asal Rusia Beriev BE 200 ini akan diperbantukan lebih lama dari sebelumnya yakni kurang lebih selama satu bulan. Namun ini masih melihat kondisi terlebih dahulu seberapa lama akan diperlukan.

Willem kembali menegaskan, fokus pemadaman ini masih tetap di OKI dan Muba tepatnya Air Sugihan yang memiliki luasan lahan yang cukup besar.

Kebakaran di Air Sugihan bersifat sporadis. Namun ada dua titik yang luasannya sangat besar. Kini keduanya bertemu dan menyatu menjadi luasan kebakaran yang sangat besar ditambah tiupan angin kencang yang membuat api semakin cepat membesar.

“Para pilot pun mengakui sulitnya memadamkan kebakaran lahan gambut disini. Dari pilot dari Australia, Singapura dan dari Indonesia pun mengatakan selama 30 tahun pengalaman mereka memadamkan api, inilah yang paling besar dan sulit untuk dilakukan pemadaman,” ungkap dia.

Lanjut Willem, kebakaran besar seperti ini pun pihaknya melakukan lokalisir dan blokade membuat kanal blocking.

Tak hanya itu, penggunaan bahan kimia miracle foam bantuan dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) sebanyak 2.000 liter pun sangat efektif.

Komandan Satgas Darat Karhutlah Letkol (Inf) Wahyu Hadi Soenaryo mengatakan dari hasil evaluasi oleh tim satgas darat yang dilakukan Minggu (18/10) berhasil memadamkan 30 titik api di Kabupaten OKI dan Muba.

“Dari hasil evaluasi kemarin, sebanyak 30 titik api berhasil kita padamkan oleh tim satgas darat yang telah berjuang memadamkan titik api yang bisa dijangkau oleh darat,” ujarnya.

Ia mengatakan patroli tim darat terus dilakukan oleh pasukannya sehingga apabila ada titik api pihaknya pun langsung memadamkan titik api.

Tambahnya, pihaknya pun telah membuat bloking kanal didekat area lahan yang terbakar guna untuk menampung air yang dipergunakan untuk memadamkan titik api.

Blocking kanal yang menjadi fokus pihak satgas darat kata dia difokuskan di Air Sugihan dimana titik api ditempat tersebut masih banyak.

“Bantuan alat pun sudah banyak kita terima seperti pompa air ukuran besar yang selama ini sudah membantu tim satgas darat lakukan pemadaman,” ungkapnya.

SRIPOKU.COM