Program Bela Negara Dibuka Menhan Ryamizard

Jakarta – Program bela negara yang digagas Kemhan akan dibuka hari ini. Menhan Ryamizard Ryacudu akan membuka langsung program bela negara tersebut.

Berdasarkan informasi dari Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan Brigjen Djundan Eko Bintoro, pembukaan bela negara akan digelar di Badan Diklat Kemhan, Jl Salemba Raya, Jakpus. Acara rencana akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini, Kamis (22/10/2015).

“Acara pembukaan bela negara di Badiklat Kemhan, Salemba. Menhan yang akan membuka dengan upacara,” ujar Djundan saat dikonfirmasi.

Sedianya pembukaan ini akan digelar di Rindam Jaya dan serentak akan dilakukan di 45 kab/kota yang ada. Belum jelas apakah Presiden Joko Widodo akan hadir dalam acara pembukaan tersebut seperti wacana yang telah disebut-sebut sebelumnya. Namun dari agenda acara presiden hari ini yang didapat detikcom, tidak ada jadwal Jokowi menghadiri pembukaan bela negara.

Belum jelas apakah bela negara akan dilakukan secara serentak seperti rencana awal. Pasalnya para peserta bela negara di Rindam IV Diponegoro, Magelang, mendapat informasi bahwa kegiatan kembali ditunda untuk kedua kalinya. Awalnya penundaan dari Senin (19/10) ke Kamis (22/10) hari ini, namun peserta akhirnya terpaksa balik kanan karena mendapat pengumuman program bela negara hari ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

“Izin benar ditunda,” jelas Kapendam Diponegoro Letkol Inf Zainul Bahar kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Rabu (20/10).

Sebelumnya Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan Presiden Joko Widodo akan membuka pembinaan kader bela begara pada 19 Oktober 2015. Selain membuka, Jokowi sedianya juga akan melantik para kader tersebut. (Baca juga: Jokowi Akan Lantik 4.500 Kader Bela Negara Pekan Depan)

“Selain membuka, presiden juga sekalian melantik kader-kader Bela Negara yang berjumlah 4.500 orang dari 45 kabupaten dan kota di Indonesia,” ujar Ryamizard di Ruang Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan, Senin (12/10).

Program bela negara ini sendiri masih menuai pro-kontra. Beberapa menganggap bahwa bela negara sama seperti wajib militer, sebagian menilai konsepnya sendiri masih kurang jelas. Rencananya bela negara akan dilakukan di masing-masing rindam di tiap daerah.

Pihak kemhan sendiri menyatakan bahwa bela negara ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan bagi masyarakat dan tidak bernuansa militer. Bela negara disebut kemhan lebih pada pendidikan kewarganegaraan.

“Ini levelnya masih pendidikan kewarganegaaran, belum sampai ke pendidikan militer untuk membentuk komponen cadangan atau komponen pendukung,” ungkap Kepala Badan Pendidikan Kilat Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Hartind Asrin dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.

Jenderal bintang 2 ini memastikan bahwa kurikulum bela negara sudah siap dan bisa diaplikasikan. Dengan kurikulum yang telah dipersiapkan kemhan ini, warga negara dituntut menguasai dan mengaplikasikan dasar-dasar bela negara. Seperti rasa cinta tanah air, kesadaran dan rela berkorban dalam berbangsa maupun bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, serta mempunya kesiapan bela negara baik fisik maupun nonfisik.

Menurut Hartind, kurikulum ini sudah dibahas bersama Kementerian Pendidikan dan akan diaplikasikan ke tiga sasaran yakni lingkungan pendidikan, kementerian dan lembaga, serta lingkungan pemukiman. Hingga akhir tahun 2015, Kemhan menargetkan akan ada 4.500 pembina bela negara yang akan diserahi tugas membentuk kader-kader bela negara hingga 10 tahun ke depan di mana Menhan Ryamizard menargetkan Indonesia memiliki 100 juta kader bela negara dalam kurun waktu tersebut.

Dipastikan, bentuk pendidikan bela negara tidak berarti belajar layaknya seorang militer. Bela negara , kata Hartind, bukan bentuk mileterisasi bentuk baru.

“Hanya akan ada pengenalan senjata secara standar, sisanya diskusi,” tegas Hartind.

Untuk program bela negara ini, setiap warga negara nantinya akan diminta secara sukarela mendaftarkan diri untuk ikut pelatihan. Setelah usai, peserta akan mendapat sertifikat.

Detik.com