Kanada Bersiap Meninggalkan Program Pesawat F-35

Justin Trudeau, pemimpin partai Liberal Kanada yang menang dan segera menjadi Perdana Menteri, telah bersumpah untuk membatalkan pembelian 60 peswat F-35 Joint Strike Fighter dari Lockheed Martin dan akan fokus memperkuat kemampuan Angkatan Laut negaranya. Kemengangan Trudeau ini menandai kemunduran bagi program militer Lockheed Martin yang terus berupaya untuk menurunkan harga per-pesawat F-35 dengan meningkatkan tingkat produksi. Kerugian Lockheed ini akan diterjemahkan ke dalam keuntungan bagi orang lain, karena Kanada akan mencari alternatif yang lebih murah untuk menggantikan jet tempur CF-18 yang menua.

Kanada telah menjadi bagian dari program F-35 sejak awal pada tahun 2001, ketika Lockheed Martin mengalahkan Boeing untuk memiliki hak istimewa membangun jet tempur baru. Kanada menjanjikan dana $ 150 juta untuk membantu pembangunan pesawat, bersama beberapa mitra asing termasuk Jepang, Norwegia, Denmark, Australia, dan Inggris, untuk mendapatkan F-35 kemudian di bawah harga.

Pemerintah Konservatif Kanada sebelumnya telah mengumumkan akan mengakuisisi setidaknya 60 jet tempur, dengan kemungkinan pembelian antara empat hingga delapan F-35 setiap tahun dengan harga $ 80 sampai $ 100 juta per pesawat mulai 2017. Namun kemenangan Partai Liberal Senin lalu, menempatkan keraguan yang serius untuk pembelian itu, sejak Trudeau bermaksud mencampakkan rencana pembelian F-35 oleh Partai Konservatif.

Jika Trudeau memenuhi janjinya, Kanada akan kehilangan $ 150 juta dana yang telah diinvestasikan dalam pengembangan F-35, dan Lockheed akan kehilangan apa yang akan menjadi sumber miliaran dolar dalam penjualan ke Royal Canadian Air Force (dan jutaan dolar untuk kontrak lanjutan dan pemeliharaan).