Malaysia Memesan Helikopter Agusta Westland Dan Lapis Baja Jaws

Agusta Westland 169 AAS (Armed Aerial Scout) milik AS

KUALA LUMPUR – Kementerian Dalam Negeri hari ini menandatangani delapan kontrak pengadaan dan sewa senilai lebih RM315.9 juta dalam usaha pemerintah meningkatkan kekuatan keamanan negara.

Kontrak tersebut termasuk pembelian dua buah helikopter modern jenis Agusta Westland AW139 serta delapan kendaraan tempur lapis baja IAG Jaws 4×4 untuk Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Dua surat setuju terima (LoA) pemeliharaan pesawat 350 King Air milik PDRM bernilai RM82.7 juta dan percetakan kertas saman trafik oleh Percetakan Nasional Malaysia Berhad (PNMB) bernilai RM20.9 juta juga disepakati menjadikan total anggaran perjanjian mencapai RM535.7 juta.

Selain itu, nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pertahanan Jerman, EMT Penzburg dengan perusahaan lokal, Drei Sohne Technologies Sdn. Bhd. (DST) untuk memproduksi pesawat tanpa awak (UAV) Malaysia juga ditandatangani.

Semua perjanjian pengadaan dan rental itu disaksikan Wakil Perdana Menteri, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi yang juga Menteri Dalam Negeri saat Konferensi dan Pameran Khusus Polisi Asia (GPEC) 2015.

Dua helikopter AW139 yang akan dioperasikan Unit Udara PDRM itu diberikan Galaxy Helicopters (M) Sdn. Bhd, Sementara delapan kendaraan tempur IAG Jaws akan digunakan di Kawasan Keamanan Khusus Pantai Timur Sabah (Esscom) diberikan Global Berkomitmen Sdn. Bhd.

Kendaraan lapis baja Jaws 2

Yang turut tercantum dalam kontrak pengadaan itu adalah penyediaan alat pemantauan elektronik (EMD) oleh Ujud Sentosa Sdn. Bhd. untuk penggunaan pada tahanan Akta Kesalahan Keselamatan (Langkah-langkah Khusus) 2012 (SOSMA) dan UU Pencegahan Kejahatan (POCA).

Pengadaan tersebut termasuk pembelian senapan serbu Colt M4 dan peluru kaliber 5.56 milimeter yang diproduksi perusahaan pertahanan lokal, SME Ordanance Sdn. Bhd. bagi penggunaan polisi.

Untuk kontrak sewa pula, kementerian itu menandatangani perjanjian dengan perusahaan penerbangan Malaysia Airlines Berhad (MAB) dan AirAsia Berhad (AirAsia) untuk operasi-operasi khusus.

Utusan