Untuk Pemberontak Suriah, AS Memasok Senjata

Komandan tinggi pemberontak Suriah, berkoordinasi dengan suku Kurdi guna menghancurkan kelompok ISIS di Suriah bagian timur-laut, menegaskan bahwa pasukannya pekan lalu telah menerima pasokan senjata dari Amerika didrop melalui udara. Berbeda dengan konfirmasi dari Departemen Pertahanan Amerika

Pihak pertahanan Amerika justur mengatakan komandan pemberontak itu mengakui senjata dan amunisi yang dipasok Amerika itu dibagikan kepada orang-orang Kurdi untuk menyerang Raqqa, diklaim sebagai ibu kota ISIS. Informasi itu bersumber dari VOA oleh Talal Sellou, mantan Kolonel Angkatan Udara Suriah dan satu dari enam komandan senior Pasukan Demokratik Suriah—aliansi milisi yang umumnya terdiri atas orang-orang Arab dan Turkmenistan yang dibentuk pekan lalu.

Pernyataan itu berdampak kemarahan Pemerintah Turki dimana sudah memperingatkan Amerika agar tidak memberikan senajtanya kepada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi, disingkat YPG.

Talal Sellou merupakan seorang pemimpin pusat komando gabungan yang baru dibentuk. Komando itu bertugas mengoordinasi operasi terpadu milisi Arab, Turkmenistan, dan YPG, terdiri dari sekitar 20.000 pejuang. Wawancaranya dengan VOA Sellou mengatakan, “Ya, kami menerima senjata-senjata itu. Mereka menjatuhkannya untuk kami. Sebagian besar senjata itu masih disimpan, belum dibagikan ke pejuang di garis depan.”

Padahal pekan lalu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu secara terbuka memperingatkan Amerika dan Rusia agar tidak memasok persenjataan kepada kelompok Kurdi Suriah karena mampu memberikan ancaman keamanan Turki itu sendiri.

Tanggapan terhadap protes Turki mengenai bantuan Amerika untuk Kurdi Suriah di Kobani, berasal dari Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan, “secara moral akan sangat sulit” bagi Amerika untuk tidak mendukung “komunitas yang telah berjuang melawan ISIS sekeras itu”.

“Kami kini sedang bersiap menghadapi hari H. Begitu Amerika melancarkan serangan udara, kami akan siap,” tuturnya.(668)