Kemana 50 Ton Bantuan Amunisi AS untuk Pemberontak Suriah ?

Amerika Serikat (AS) yang mengklaim bantuan 50 ton amunisi yang dijatuhkan di Suriah utara untuk pemberontak Arab di Suriah tidak terbukti. Kelompok pemberontak Arab di Suriah utara mengaku tidak menerima bantuan amunisi yang dijatuhkan militer AS itu.

Bantuan senjata itu diduga kuat jatuh ke tangan milisi Kurdi yang selama ini gencar memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dugaan itu juga diperkuat adanya protes dari Turki yang sejak lama memerangi pasukan Kurdi. (Baca juga: Militer AS Jatuhkan 50 Ton Amunisi untuk Pemberontak Suriah)

Kepala milisi al-Sanadid (kelompok pemberontak Arab di Suriah), Bandar al-Humaydi kepada wartawan McClatchy melalui telepon mengaku tidak menerima bantuan 50 ton amunisi dari militer AS.

”Kami tak punya apa-apa, dan itu tidak jelas sama sekali,” kata al-Humaydi, seperti dikutip Russia Today, semalam. ”Mungkin mitra kami, Kurdi,” imbuh ayahnya, Sheikh Humaydi Daham al Hadi, Kepala Suku Shammar.

”Saya tidak tahu di mana mereka pergi,” imbuh seorang komandan Thuwar al-Raqqa, unit pemberontak Arab di Suriah, yang merupakan bagian dari kelompok Burkan al-Furat, kepada Washington Post. ”Ada juga di garis depan di Hasakah, jadi mungkin amunisi tersebut akan digunakan di sana.”

Sementara itu, Salih Muslim, pemimpin sayap politik Kurdi (YPG), mengucapkan terima kasih kepada AS untuk bantuan amunisinya. Dia berjanji untuk berbagi dengan sekutu Arab Kurdi.

Sebelumnya, juru bicara Pentagon, Peter Cook kepada wartawan apda 15 Oktober 2015 lalu mengklaim bantuan 50 ton amunisi yang dijatuhkan militer AS di Suriah utara telah diterima pemberontak Arab di Suriah.

Pada hari Selasa lalu, Cook mengulangi pernyataannya bahwa bantuan 50 ton amunisi yang dijatukan itu untuk pemberontak Suriah. ”Itu berhasil. Sudah pergi di mana itu seperti yang dimaksudkan, untuk orang-orang yang memang menerimanya,” katanya.