ADA JUDUL TAK ADA ARTIKEL

Apa bila ditanya kepada manusia di era maju ini, kebutuhan apakah yang paling utama?, mungkin jawabnya bermacam macam,tapi kemungkinan besar akan menjawab uanglah yang mereka butuhkan di daftar teratas dari kebutuhan lainya. Tampaknya tak terlalu bergeser jauh pandangan manusia akan materi, mungkin kodrat manusia mencintai dunia,walau nyatanya pana.karna semua akan tiada pada waktunya.

Tuhan telah mencukupkan rizki pada mahluk ciptaanya,tapi mengapa masih ada manusia serba kekurangan bahkan ada yang mati kelaparan. Mungkinkah sistem yang terbangun saat ini adalah satu kesalahan, karena jauhnya kesenjangan atau mungkin pula kehendak Tuhan?. Lalu bagaimana negara ini bisa mengatasi permasalahan yang ada saat ini.mungkin banyak solusi dari para pakar ekonomi, namun sayangnya realita terkadang jauh dari harapan.

Bukan hanya kesenjangan sosial ekonomi yang menumbuhkan rasa iri, tapi juga menumbuhkan rasa curiga dan antipati. Sudah seharusnya negara ada untuk menjadi solusi, karena setiap gejolak politik akan lebih mudah tersulut dengan isu ekonomi. Tapi pemerintah terlihat gamang mengambil kebijakan bila dihadapkan antara pekerja dan pengusaha.

Mungkin sedikit pemikiran dari saya, tidak menambah permasalahan atau malah memperumit. Karena pada dasarnya saya juga tak begitu mengeti masalah ekonomi. Selayaknya pemerintah tidak hanya mengandalkan swasta saja dalam menanggulangi penganguran dan kemiskinan. Akan lebih baik bila pemerintah terjun langsung dan menjadi contoh dengan cara membentuk BUMN atau BUMD lebih banyak. Karena banyaknya bahan mentah yang diekspor akan mengurangi nilai tambah, alangkah baiknya bila bumn bisa mengelola bahan mentah tersebut, karena bukan hanya punya nilai tambah ekonomi tapi juga mengurangi penganguran seperti saya!. Dan memberi keringanan pihak swasta baik perijinan maupun perbankan. Jangan lagi berpikir jangka pendek, semua dipersulit. Bagai mana mungkin orang yang baru mulai usaha harus membayar yang memberatkan mereka.

Berkenaan dengan visi pemerintah saat ini, kemaritiman menjadi keutamaan. Sudah seharusnya bukan hanya infrastruktur saja yang dibangun, tapi juga pendukungnya seperti industrinya baik industri pengelolaan atau bahkan bila perlu industri penangkapan seperti halnya Jepang. Agar tidak ada lagi masalah pemasaran dan harga jual tetap stabil bahkan tinggi, karena didukung bukan hanya inprastruktur tapi industri pengolahan. Bila semua sudah tersedia maka tak perlu lagi menyuruh masarakat untuk turun kepesisir,tapi dengan kesadaran sendirinya, karena ekonomi pesisir bisa menjadi ladang yang menjanjikan.

Menurut hemat saya mulai bergeraknya BUMN dan BUMD menjadi motor bukan hanya pertumbuhan tapi juga pemerataan. Terakhir penulis mohon maaf atas dangkalnya pengetahuaan tentang ekonomi, dan juga soal tidak teraturnya tulisan yang selalu menjadi masalah.

oleh : Lizar Abidin