Langkah Barat Memberantas Teroris di Suriah, Membuat Putin Kesal

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan Barat bermuka dua dalam memberantas teroris di Suriah, dimana Moskow dan koalisi pimpinan Amerika Serikat sedang melakukan kampanye pemboman secara terpisah. “Selalu sulit untuk memainkan sebuah permainan ganda: menyatakan perlawanan kepada teroris dan dalam waktu yang lama mencoba memanfaatkan mereka untuk mengatur Timur Tengah berdasarkan yang diinginkan,” seperti itu kata Putin ketika rapat ilmuwan politik di Sochi yang disebut dengan Valdai Club.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei lavrov sudah mengatur pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry serta Turki dan Arab Saudi di Wina pada Jumat untuk membicarakan masalah penting mengenai konflik suriah. Pertemuan tersebut dilaksanakan setelah kedatangan Presiden Suriah, Bashar al-Assad ke Moskow untuk berdiskusi dengan Putin pada Selasa. Hal tersebut merupakan kunjungan pertama oleh pemimpin Suriah sebagai negara yang berkonflik dari 2011.

Rusia atas dukungannya terhadap militer Damaskus, justru ditakutkan oleh Barat. Serangan udara yang diluncurkan sejak 30 September lalu menuju negara yang dalam keadaan perang telah mengenai kelompok militan dan kelompok “teroris” lainnya, dan semuanya dilakukan atas permintaan pemimpin Suriah.

Berbeda dengan Amerika Serikat dan sekutunya melakukan kampanye pemboman terpisah di negara yang sama, menegaskan serangan dilakukan oleh Moskow diarahkan pada pemberontak moderat didukung oleh Barat untuk melawan Bashar Al-Assad sebagai Presiden Suriah.

Dalam pertemuan antara Valdimir Putin dengan Bashar Al-Assad, “presiden Rusia meminta solusi politis yang mampu melibatkan seluruh kelompok untuk menciptakan perdamaian di Suriah,” ujar Kremlin. Juru Bicara, Kremlin Dmitry Peskov menolak untuk memberi komentar apakah masa depan Assad di Suriah telah dibicarakan sewaktu pertemuan.

Dengan waktu dan tempat berbeda, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Kamis sudah melakukan penyerangan yang mengenai 72 target “teroris” di Suriah dalam jangka waktu 24 jam, membenarkan bahwa serangan tersebut berhasil melumpuhkan kemampuan perang kelompok teroris yang beroperasi dalam negara tersebut. (668)