Kisah Prajurit TNI di Lebanon

TNI di Lebanon

Mungkin ini cerita lama tapi saya baru coba untuk menganalisanya,
Berita yang memojokan prajurit TNI penjaga perdamaian di Lebanon yang saya coba analisa.

Tampaknya tak pernah para petinggi TNI seperti tersengat lebah panas dan perih. Mungkin seperti itu perumpamaanya, kala banyak surat kabar memberitakan peristiwa tersebut tanpa tahu apa kejadian yang sesunguhnya. Seakan akan mereka memojokan pasukan perdamaian yang dikirim menjadi penengah atau meredakan konflik. Itulah surat kabar, mereka hanya berpikir bagai mana cara melariskan jualan mereka tanpa berpikir sebab dan akibat dari berita yang mereka muat.

Dengan banyaknya surat kabar yang memberitakan kejadian tersebut, para petinggi TNI langsung merespon, dengan tenang walau hati panas, dan mengambil keputusan yang sangat terukur. Mereka menyiapkan pergantian personil untuk diberangkatkan ke Lebanon dengan sedikit komentar, tapi jelas terlihat tujuan mereka merespon kejadian tersebut, hingga ada satu komentar yang cukup menggambarkan betapa kita merasa tersinggung dan dipermalukan atas kejadiaan dan pemberitaan tersebut :

“Kita mengirim pasukan penjaga perdamain bukan pasukan tempur”, jadi sudah sesuai prosedur yang berlaku,..

Rupanya PBB menangkap respon cerdas TNI dan pemerintah Indonesia dengan jelas, hingga banyaknya petinggi negara dan PBB mengecam kejadian tersebut, lalu PBB memberikan medali kepeda anggota TNI tersebut. Pertanyaanya mengapa hanya kontingen Indonesia saja ?.

Lalu pergantian dilakukan dengan mengirim salah satu pasukan terbaik kita, penulis di sini tidak tahu persis dari kesatuan apa dan daerah mana pasukan yang dikirim jadi harap maklum!.

Setelah itu kita banyak mendengar berita yang cukup membanggakan dari kontingen Indonesia. Salah satunya mereka melerai pasukan Israel dan Lebanon dengan cara berdiri di tengah tengah kedua kubu, hingga banyak tentara dunia cukup kagum dan berseloroh prajurit TNI cukup gila!!!.

Setelah kejadian demi kejadian semakin banyak jenderal dan petinggi militer negara lain mengunjungi barak kontingen Indonesia, selalu apresiasi dan pujian yang terlontar dari mulut mereka. Pasukan Indonesia telah melakukan yang terbaik bukan sekedar tentara pelengkap saja. Kontribusi dan sumbangsih Indonesia untuk dunia bukan sekedar pemanis saja, jadi tak perlu ditanggapi tetangga dan mulutnya, kita buktikan dengan prestasi bukan omong kosong apalagi kebohongan, karena pecundanglah yang bersikap demikin.

Terakhir ini hanya sudut pandang saya, kejadian sebenarnya hanya mereka yang tahu. Jadi saya mohon maaf apabila analisa saya salah.

Ini hanya fiksi, jangan dianggap serius.!!!!

oleh : Liza Rabid