Salat Warga di Pekanbaru Dijawab dengan Hujan

Salat Minta Hujan di Pekanbaru Riau

Berbagai upaya pemadaman api telah dilakukan Indonesia dan negara tetangga, untuk menghilangkan asap yang menyelimuti Sumatera, Kalimantan dan sejumlah wilayah negara tetangga. Namun asap itu, sangat sulit dihilangkan. Bahkan Menteri Malaysia mengatakan, kebakaran lahan dan hutan di Sumatera tidak mungkin dipadamkan, kecuali ada hujan.

Helikopter dan pesawat yang melakukan pemadaman, seakan melakukan pekerjaan sedang menggarami laut. Siraman air dari helikopter dan pesawat itu, tidak berarti bagi kebakaran hutan yang luas.

Tak lama kemudian TNI mulai menggalang pasukannya untuk melakukan salat Istisqo, salat meminta hujan kepada Tuhan YME. Di sela pergantian pasukan, prajurit TNI menggelar salat istisqa atau salat minta hujan. Galar salat ini dilaksanakan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Pelaksanaan salat istisqa di Shelter Charlie Lanud Roesmin Nurjadin Selasa (27/10/2015), usai waktu salat zuhur. Ratusan prajurit TNI salat berjamaah dan berdoa kepada Allah SWT agar Riau segera turun hujan.

Salat meminta hujan sudah dilakukan warga di Pekanbaru Riau, beberapa hari ke belakang. Semakin ke sini, salat itu semakin khusyu.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita semua yang hadir saat ini, agar hujan turun sehingga bencana asap di provinsi Riau ataupun provinsi lain segera berakhir,” ujar Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi .

Hujan di Pekanbaru Riau

Selasa sore sejumlah wilayah di Riau akhirnya turun hujan deras termasuk Pekanbaru. Hujan deras membuat asap menghilang, pesawat pun bisa mendarat.

“Sampai malam ini ada 10 penerbangan yang bisa mendarat. Ini karena jarak pandang normal,” kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ongah Hasnan kepada detikcom, Selasa (27/10/2015).

Hasnan menjelaskan, sesuai jadwal hari ini harusnya ada 70 penerbangan internasional dan domestik. Hanya saja, 60 penerbangan sejak kemarin sudah membatalkan karena kabut asap pekat.

“Jadi hari ini hanya yang tersisa saja yang mendarat. Jarak pandang sejak turun hujan mencapai 2 km saat ini,” kata Hasnan.

Bandara SSK II Pekanbaru, terhitung sudah 6 hari lumpuh akibat asap pekat. Jarak pandang sebelumnya rata-rata di bawah 1 Km yang membuat pesawat tak bisa mendarat.

“Alhamdulilah, sore hingga malam turun hujan. Semoga saja besok (Rabu) cuaca lebih membaik lagi, sehingga jadwal penerbangan bisa kembali normal,” harap Hasnan.

Detik.com