Fasilitas Pelabuhan untuk Korban Asap, Kemenhub akan Bersiap

Semakin parahnya dampak dihasilkan dari kebakaran hutandi beberapa daerah langsung mendapatkan respon positi dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Kemenhub akan mempersiapkan segalanya untuk memindahkan masyarakat yang terkena dampak kabut asap sebagai dampak kebakaran hutan. Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan memerintahkan seluruh kepala UPT (Unit Pelayanan Teknis) guna menyiapkan berbagai fasilitas pelabuhan.

“Hal tersebut termuat dalam perintah Dirjen Perhubungan Laut kepada Kepala UPT di Lingkungan Ditjen Perhubungan laut melalui surat kawat (telegram) yang dikirimkan pada jumat pekan lalu,” begitu penjelasan Kepala Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan J.A Barata dalam siaran pers yagn diterima Kompas.com, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015. Adapun isi perintah dari telegram itu terdapat 4 poin. Secara garis besar berisi persiapaan fasilitas mengenai pelabuhan.

Isi surat tersebut yakni, pertama, meminta para kepala UPT untuk segera berkoordinasi dengan pemda setempat untuk meminta data penumpang dan barang bawaanya yang akan dievakuasi melalui pelabuhan. Kedua, mengoordinasikan para pemilik kapal untuk dapat membantu pemindahan korban asap. Ketiga, menyiapkan terminal penumpang, gudang, lapangan penumpang dan kantor pelabuhan untuk dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara. Keempat., menyiapkan fasilitas dermaga untuk dapat disandari kapal akan melakukan pemindahan korban dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan kepelabuhan.

Sementara itu, Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan merespon korban tekena asap kabut dengan cara mengunjungi secara langsung sekolah-sekolah di wilayah Palembang, Sumatera Selatan dan Jambi pada Senin, 26 Oktober 2015. Perjalana tersebut bersifat kondisional karena disesuaikan dengan kondisi disana. Anies ingin melihat secara nyata mengenai keadaan disana.

“Tujuan utama, kami mau bicara pengelolaan sekolah aman asap. Enggak mungkin siswa-siswi itu libur terus-menerus. Intinya, manusia tidak boleh ngalah terus dengan kondisi alam ini, harus ada kebijakan yang mengatasinya. Nah, blusukan ini dalam rangka melihat dengan nyata di lapangan bagaimana,” ujar Anies. (668)