Northrop Grumman Kembangkan Bomber Baru AS

Pentagon dilaporkan berencana menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk membangun pesawat pembom strategis baru untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Northrop Grumman yang akan ditunjuk untuk mengerjakan proyek Long-Range Strike Bomber (LRS-B), menyisihkan Boeing dan Lockheed Martin.

Angkatan Udara Amerika Serikat, dalam laman janes.com, Kamis, telah menelurkan Program Armada Pesawat Pembom Jarak Jauh Strategis (LRS-Bs) baru, yang diperkirakan harga perunit 511 juta dolar Amerika Serikat. Ini bukan pesawat tempur paling mahal yang ada dalam daftar arsenal mereka.

Menteri Angkatan Udara Amerika Serikat, Deborah Lee James, menyatakan, program ini sangat krusial segera diwujudkan karena ada armada pembom strategis yang ada sekarang menua. Angkatan Udara Amerika Serikat juga memerlukan pesawat tempur baru untuk menangkal ancaman teknologi anti akses/anti penangkalan (A2/AD).

Long-Range Strike Bomber (LRS-B)

LRS-Bs, kata James, terdiri dari dua bagian: kontrak untuk rancang bangun dan fase pengembangan-pembuatan (EMD), yang biayanya bisa ditagihkan kepada pemerintah. Kontraktor bisa didenda dan keuntungannya berkurang jika tidak bisa memenuhi perkiraan keperluan biaya dan waktu.

Dan opsi bagi produksi lima unit perdana, yang bisa dikembangkan hingga 21 unit dari 100 unit yang diperlukan. Biaya produksinya ditetapkan secara pasti sejak awal, dengan perolehan insentif terhadap biaya itu.

Perkiraan biaya dari pihak independen menyatakan, untuk fase EMD diperlukan sekitar 21,4 miliar dolar Amerika Serikat berpatokan pada kurs 2010, sehingga harga perunit pesawat perang itu sekitar 511 juta dolar Amerika Serikat (atau bisa menjadi 564 juta dolar Amerika Serikat pada 2016 nanti).

Akan tetapi, para pejabat menolak berkomentar tentang berapa unit yang akan dijadikan unit uji dari 21 unit perdana yang dibuat. Juga tidak berkomentar tentang detil rancangan dan spesifikasi yang diperlukan, ataupun subkontraktor yang akan dilibatkan.

Northrop Grumman juga menolak mengungkap sekedar gambaran artis tentang calon pesawat pembom itu.

Sebelumnya, para pejabat di Kantor Kemampuan Cepat Angkatan Udara Amerika Serikat menyatakan, mereka melanjutkan pembangunan pesawat militer baru yang berpijakan terbuka sehingga memungkinkan penambahan teknologi baru sepanjang usia armada perang itu dipergunakan.

Ini diyakini akan dapat memecahkan masalah utama, pembiayaan yang cenderung semakin membengkak dari waktu ke waktu. Salah satu caranya, Pentagon membuka kompetisi bagi kontraktor untuk membangun teknologi baru yang dapat terlahir kemudian.

Antara.co.id