Pesawat Tu-142 Bear Dekati USS Ronald Reagan

Jet tempur Korea Selatan dan Amerika Serikat mengintersepsi dua pesawat tempur Rusia yang terbang mendekati kapal induk AS yang tengah beroperasi di Semenanjung Korea pekan ini.

Juru bicara Gedung Putih AS, Josh Earnest pada Kamis (29/10) menyatakan kapal induk super milik AS, USS Ronald Reagan yang bertenaga nuklir tengah melakukan latihan militer dengan Korea Selatan ketika dua pesawat Rusia Tu-142 Bear terbang mendekat.

“Sejumlah pesawat tempur Rusia ini pertama kali diintersepsi oleh pesawat militer Korea yang beroperasi di wilayah itu,” kata Earnest, sembari memaparkan bahwa empat jet Amerika F/A-18s kemudian dimobilisasi untuk mengintersepsi dua jet tempur Rusia, dikutip dari Reuters.

Meski demikian, Earnest menyebut insiden yang terjadi di Laut Jepang (Laut Timur) tersebut “sangat tidak mengancam” dan mencatat bahwa USS Ronald Reagan beroperasi di perairan internasional pada saat itu.

“Ini adalah situasi tertentu yang tidak menimbulkan konfrontasi yang signifikan,” katanya.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis memaparkan kedua pesawat Tu-142 Bear milik Rusia terbang sekitar satu mil (atau 1,6 km) dari kapal induk AS dengan ketinggian 150 meter pada Selasa (27/10). Davis menyatakan tidak ada bukti pesawat Rusia mengancam latihan militer tersebut secara langsung.
Jet Tu-142 Bears merupakan pesawat tempur pengintai dan pesawat anti-kapal selam.

Meski demikian, empat jet tempur F/A-18 diterbangkan dari kapal induk untuk mengintersepsi dua pesawat Rusia itu.

Salah satu kapal AS yang mendampingi USS Ronald Reagan mencoba menghubungi jet tempur Rusia itu melalui radio, tetapi tidak menerima jawaban.

“Sudah merupakan prosedur operasi standar bagi pesawat AS untuk mengawal setiap pesawat yang terbang di mana saja di sekitar kapal Angkatan Laut AS. Interaksi keduanya dinilai aman,” kata Davis.

“Setiap kali ada pesawat yang beroperasi di dekat sebuah kapal Angkatan Laut AS, terutama sebuah kapal induk, kita akan pastikan kami melacak pesawat itu sangat dekat,” kata Davis.

Davis menambahkan bahwa insiden semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. David mencatat, “(Insiden) ini tidak sering terjadi, tetapi bukan tak pernah terjadi.”

Insiden itu terjadi setelah Rusia dan Amerika Serikat pada 10 Oktober lalu menandatangani nota kesepahaman, yang menetapkan protokol untuk serangan udara di atas Suriah.

Baik Rusia maupun koalisi internasional yang dipimpin AS tengah meluncurkan serangan udara terpisah di Suriah. Meskipun kedua negara ini meluncurkan operasi di berbagai daerah yang, para pejabat AS khawatir akan potensi jet tempur AS dan Rusia bertabrakan di langit Suriah.

CNN Indonesia