Indonesia Malaysia Semakin Mesra

Jakarta -Indonesia dan Malaysia berencana membentuk zona ekonomi hijau atau Green Economic Zone (GEZ), untuk meningkatkan nilai tambah dari industri minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).

Dengan adanya GEZ, kedua negara akan mengembangkan produk turunan CPO untuk berbagai fungsi, di antaranya oleochemical (lemak sawit) hingga biofuel generasi kedua.

“Kawasan industri hijau. Di sana diproses produk turunan CPO seperti biofuel generasi kedua hingga oleochemical,” kata Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, usai pertemuan tertutup Council of Palm Oil Producing Countries, di Hotel Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Untuk biofuel, kedua negara akan mengembangkan turunan minyak sawit untuk campuran bensin premium hingga BBM jenis avtur untuk pesawat terbang. Langkah ini dimungkinkan, karena Indonesia dan Malaysia menjadi negara produsen CPO terbesar di dunia.

“Generasi ke-2 bisa dicampur dengan premium. Kemudian 5-7 tahun lagi bisa produksi jet fuel. Ini dorong green economic dan green production,” jelasnya.

Sawit untuk bio fuel

Kesepakatan ini, merupakan rangkaian rencana kerja sama dengan Malaysia untuk pembentukan dewan bersama untuk negara produsen CPO atau Council of Palm Oil Producing Countries dan pembentukan standar bersama CPO. Rizal mengaku, dirinya harus segera menyelesaikan detail kesepakatan sebelum pertemuan KTT ASEAN pada November nanti di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Doakan supaya cepet selesai. Saya diuber Presiden Jokowi dan PM Najib (Malaysia),” jelasnya.

Finance.detik.com