Korea Selatan Membantah Akan Menempatkan Sistem THAAD

Menteri Pertahanan Korea Han Min-koo pada hari Jumat kemarin secara tegas membantah tuduhan bahwa pemerintah terlibat dalam diskusi kontroversial dengan Washington terkait sistem anti rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Dengan hanya dua hari tersisa pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, pada kunjungan bilateral rutin Security Consultative Meeting di Seoul, Han Min-koo mengatakan bahwa tidak ada diskusi antara Korea dan Amerika Serikat tentang THAAD.

Pernyataannya itu bertolak belakang dengan pernyataan Mike Trotsky, wakil presiden Lockheed Martin, selama konferensi pers di Washington bahwa kedua negara itu dalam diskusi “formal dan informal ” membahas sistem anti rudal balistik.

Sejauh mana perkembangan diskusi itu, Trotsky mengatakan ia tidak tahu tapi kedua sekutu ini tidak akan mencapai kesimpulan secepat mungkin, karena sensitivitas masalah ini.

Lockheed Martin, perusahaan global yang berbasis di Maryland yang mengkhususkan dalam bidang aerospace, pertahanan, keamanan dan teknologi canggih, adalah kontraktor utama untuk sistem THAAD.

Kim Min-seok, juru bicara Kementerian Pertahanan Korea, dalam pertemuan Komite Pertahanan Nasional di Majelis Nasional menyatakan “jika (Washington) mengusulkan menempatkan sistem THAAD di daratan Korea Selatan, pemerintah akan memeriksa dan mempertimbangkannya dulu secara mandiri.

Pada pertemuan tersebut, Han juga menegaskan bahwa Washington belum mengajukan secara resmi permintaan untuk memulai diskusi.

Masalah keamanan, termasuk ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara, akan menjadi aspek kunci untuk dipertimbangkan, ungkap Kim, seraya menambahkan bahwa Pentagon telah menyangkal pernyataan dari eksekutif Lockheed Martin.

Penempatan THAAD di Korea Selatan telah menjadi kontroversi, terutama karena dilengkapi dengan sistem radar yang dapat mendeteksi ancaman lebih dari 1.000 kilometer (620 mil), cukup jauh untuk mencapai Cina dan Rusia.

Korean joongang daily