Impian Perdamaian Suku Kachin

PBB baru-baru ini memuji penandatanganan gencatan senjata di Myanmar, menggambarkannya sebagai sangat “bersejarah”. Namun, sebagian kelompok etnis bersenjata yang terlibat dalam proses perdamaian belum benar-benar menandatangani perjanjian, dan salah satu perang saudara tertua di dunia ini masih terus berlangsung di sepanjang perbatasan utara negara itu.

Kachin Independence Army, salah satu kelompok etnis bersenjata terbesar, menolak untuk menandatangani perjanjian, terutama di sebagian zona yang dikendalikannya selama dua bulan terakhir.

Jauh dibelakang garis depan pertempuran, disaat musim dingin hampir tiba dan kamp Internally Displaced Persons (IDP) atau kamp pengungsi telah penuh sesak selama bertahun-tahun.

Anak-anak yang lahir didalam kamp-kamp pengungsi mulai bertanya tentang perdamaian dan itupun jika mereka kelak bisa melihatnya. Anak-anak muda yang ingin menikah dan segera menetap dan para petani ingin melihat kebun mereka lagi.

Tidak satupun yang ingin menjadikan kamp IDP sebagai rumah masa depannya, tapi bagi 150.000 warga Kachin, inilah yang terjad saat ini, entah sampai kapan.

Saat ini orang-orang Kachin takut bahwa kurang kuatnya gencatan senjata bisa menyebabkan meningkatnya pertempuran. Seperti musim dingin yang panjang, prospek perdamaian suku kachin-pun masih suram…

Thediplomat