Gempur ISIS, SAS Gabung dengan Pasukan Khusus AS

Setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengirimkan pasukan khususnya guna membantu kelompok pemberontak Suriah memerangi ISIS, langkah serupa akan diikuti oleh Inggris. Pasukan khusus Inggris, SAS, akan bergabung dengan AS dalam serangan darat yang bertujuan untuk menghancurkan ISIS.

Bergabungnya SAS dengan pasukan khusus AS ini tak lepas dari pernyataan Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter. Ia menyatakan, pasukan koalisi pimpinan AS tidak akan lagi menahan diri untuk mendukung mitranya, kelompok pemberontak Suriah, guna melawan ISIS atau melakukan operasi militer di darat, seperti dilansir dari laman Express, Senin (2/11/2015).

Selama 12 bulan terakhir, pasukan khusus Inggris telah beroperasi di unit operasi khusus bersama AS dengan nama sandi Operasi Shader. Lebih dari 300 personel SAS terlibat di dalamnya. Mereka beroperasi jauh di dalam Suriah timur, yang terdiri dari unit penembak jitu yang khusus memburu para petinggi dan mencari tahu tentang pabrik senjata kimia ISIS.

Unit khusus ini mendapat dukungan dari pesawat Hercules jenis AC 130 yang dilengkapi dengan senjata ringan 105 mm dan pesawat tempur A10 Warthog, serta jet tempur jenir F-16 dari sejumlah negara pendukung, termasuk Yordania.

Sekarang, unit Operasi Khusus Koalisi Bersama ini menjadi mentor bagi pasukan Irak dan Kurdi dalam melakukan serangan darat ke Raqqa di bagian utara Suriah.