ISIS: Kemungkinan Besar ISIS di Balik Jatuhnya Pesawat Rusia

Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail menyaksikan puing pesawat Kogalymavia KGL 9248 yang jatuh di Pegunungan Sinai, Mesir

London – Otoritas Inggris kembali memberi pernyataan terkait insiden pesawat maskapai Rusia, Metrojet, yang jatuh di Mesir. Inggris menyebut kemungkinan besar militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berada di balik ledakan bom yang menjatuhkan pesawat.

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond sebelumnya menyampaikan dugaan pesawat jenis Airbus A-321 itu jatuh akibat ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat. Namun Hammond tidak menyebut secara terang-terangan pelaku di balik ledakan itu.

Dalam wawancara dengan televisi setempat Sky Television dan dilansir Reuters, Kamis (5/11/2015), Hammond kembali berkomentar ketika ditanya soal dugaan keterlibatan ISIS dalam insiden Metrojet ini.

Pesawat Metrojet Rusia

“ISIL-Sinai (nama lain ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab menjatuhkan pesawat Rusia, mereka langsung mengklaim setelah kecelakaan terjadi,” ucap Hammond dalam wawancara tersebut, merujuk pada klaim militan afiliasi ISIS, Wilayat Sinai pada Sabtu (31/10) lalu.

“Kami melihat keseluruhan informasi, termasuk klaim itu, dan juga tentu banyak informasi lainnya dan disimpulkan bahwa ada kemungkinan besar (keterlibatan ISIS),” imbuhnya.

Tidak hanya Inggris, otoritas intelijen Amerika Serikat juga menyebut dugaan ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak tersebut. Seorang pejabat AS yang dikutip AFP bahkan menyebut nama ISIS di balik jatuhnya pesawat Rusia itu.

Kendati demikian, AS maupun Inggris menyebut pernyataan-pernyataan ini bukan merupakan kesimpulan akhir. Hingga kini, tim penyelidik yang dipimpin Mesir masih belum merilis keterangan resmi soal hasil penyelidikan, termasuk penyebab jatuhnya pesawat. Penyelidikan tengah dilakukan otoritas Mesir bersama pakar dari Rusia, Jerman, Prancis dan Irlandia yang menjadi lokasi pesawat didaftarkan.

Detik.com