Kisah Perempuan di Medan Tempur

Tentara Kanada

Kapten Ashley Collette tidak hanya tercatat sebagai satu-satunya perempuan di peletonnya ketika bertugas di medan tempur Afghanistan, tetapi ia sekaligus memimpin satuannya. Kapten Ashley Collette berdinas di Angkatan Bersenjata Kanada dan ditugaskan di Afghanistan.

Angkatan Bersenjata Kanada memang membuka semua posisi untuk laki-laki dan perempuan. Pada hari pertama Kapten Ashley Collette dan anggota peleton yang berjumlah 60 orang ditugaskan di kota terpencil Nakhonay, dekat Kandahar, mereka menghadapi serangan.

Bom rakitan

Serangan seperti itu tidak berhenti pada hari pertama tugas. Setidaknya dua kali sehari, Peleton Enam yang merupakan bagian dari Resimen First Royal Kanada diserang oleh musuh, baik ketika berpatroli maupun ketika berada di kamp.

Ketika mendapat serangan langsung, menurut Collette, anggotanya dapat melihat peluru meluncur di langit pada malam hari. Namun hal yang paling mengerikan adalah serangan bom bunuh diri yang pada umumnya menggunakan bom rakitan.

Salah satu anggotanya, Sersan Jimmy MacNeil, tewas dalam serangan bom ketika sedang melakukan patroli. Kapten Ashley Collette merupakan salah satu tentara perempuan yang bertugas di Angkatan Bersenjata Kanada. Sekitar 12% tentara Kanada adalah perempuan yang telah diintegrasikan ke dalam peran tempur sejak 1989.

Pihak-pihak yang menentang perempuan di medan tempur berpendapat bahwa perempuan tidak mampu mengangkut tentara yang luka di medan perang.

Tetapi, kata Collette, setiap tahun ia menjalani latihan untuk “mengangkat tubuh tentara” dan “menyeret tubuh tentara”.