Rusia Ciptakan Alat Tembus Pandang (2)

Menurutnya, pengembangan teknologi tembus pandang ini ditujukan terutama untuk menyelamatkan nyawa dalam berbagai situasi. “Kami tidak menciptakan inovasi ini hanya agar setiap orang dapat ‘mengintip’ aktivitas orang lain. Pada perangkat yang ditujukan untuk digunakan bagi warga sipil, algoritmanya akan dipotong sehingga informasi yang diterima pun dapat dibatasi.”

Sebagaimana yang dicatat oleh Starostin, kinerja perusahaan saat ini terbatas karena kesulitan yang disebabkan oleh situasi ekonomi yang tidak stabil dan perubahan status semenanjung Krimea. “Setelah Krimea kembali bergabung dengan Rusia, kami telah kehilangan bisnis yang memungkinkan kami untuk bergerak lebih maju tanpa keterlibatan pihak ketiga. Namun saat ini, di Krimea sangat sulit untuk mendapatkan dana apa pun, tidak ada sistem keuangan penuh, kami dibatasi dalam memperoleh pinjaman, perusahaan modal ventura juga tidak tersedia. Pada sulitnya kondisi finansial saat ini, kami hanya bisa mengandalkan diri sendiri,” ujar Starostin.

Menurutnya, pihak Jerman dan Amerika Serikat menunjukkan ketertarikannya pada inovasi ini, tetapi perusahaan ingin mengembangkan produksi tersebut di Rusia untuk menjamin keamanan informasi. Perhatian publik pada proyek tersebut dikhawatirkan Starostin akan membahayakan dirinya. “Kami terpaksa menghabiskan tenaga kami bukan pada pengerjaan teknologi, tetapi pada tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi kami,” ujar Starostin.

Para pengembang percaya bahwa teknologi tembus pandang buatan mereka akan mengubah dunia. “Saya tidak berfantasi. Teknologi ini akan mengguncang pasar dan semuanya akan berubah,” ujar Starostin. “Secara global, proses ini tidak dapat dihentikan. Ini adalah teknologi yang mampu mengubah seluruh struktur hubungan ekonomi di dunia, termasuk keuangan. Teknologi ini akan menjadi dorongan untuk perubahan dari ekonomi konsumen ke ekonomi informasi.”