FC-31 “Gyrfalcon” Di Dubai Air Show

Pesawat tempur siluman buatan China telah memulai debut internasionalnya tahun ini di Dubai Air Show, lapor China Militer Online. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya FC-31 “Gyrfalcon” (alias J-31) dipamerkan di luar negeri.

Di ajang pameran dirgantara kail ini Aviation Industry Corporation of China (AVIC) mencoba menghadirkan pesawat tempur generasi kelima FC-31 sebagai alternatif daripada pesawat siluman F-35 Joint Strike Fighter, bagaimanapun, dengan keberhasilan yang masih terbatas sejauh ini.

Sampai saat ini, hamya People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) yang telah menyatakan minat untuk membeli FC-31, ungkap manajer proyek AVIC. Pelanggan potensial lainnya adalah Iran dan Pakistan.

Perwakilan AVIC di Dubai airshow memuji ” kesadaran situasional luar biasa ” pesawat siluman ini dan menekankan bahwa FC-31 dirancang untuk “memenuhi tuntutan perang masa depan,” lapor Defence News.

Desain pesawat diyakini merupakan salinan dari F-35 buatan Amerika, pada bulan April 2009 hacker Cina berhasil membobol jaringan kontraktor pertahanan Lockheed-Martin dan memperoleh akses cetak biru dari pesawat F-35.

Memang, badan pesawat FC-31 menyerupai F-35. Seperti F-35, FC-31 juga memiliki dua bay weapon internal yang dapat memuat rudal modern. Secara keseluruhan, pesawat diduga mampu mengangkut beban senjata hingga 3.6 ton, 910 kg didalam badan pesawat dan 2.7 ton di bawah sayapnya.

Kemiripan lain, sebagai contoh, sistem penargetan elektro optik FC-31 yang dijuluki EOTS-89, menyerupai F-35. “Kesamaan termasuk penggunaan two tracking mirrors dan a flat-facetted optical, dengan penempatan radome radar memanjang di bawah hidung pesawat ,” ungkap IHS Jane Defence Weekly.

Namun, sebagian besar ahli pesawat percaya bahwa pesawat siluman China, yang dikalim sebagai pesawat tempur generasi kelima, tidak bisa bersaing dengan jet tempur siluman Amerika.

Prototipe dari pesawat bermesin ganda ini dilengkapi dengan mesin RD-33 turbofan Klimov buatan Rusia. Beberapa laporan menunjukkan bahwa Cina sedang mngembangkan versi perbaikan dari mesin WS-13 turbofan Taishan buatan sendiri yang merupakan turunan dari mesin Klimov RD-33 turbofan buatan Rusia.

Sebuah prototipe dari FC-31 pertama kali terbang pada bulan Oktober 2012. Mendemonstrasikan penerbangan perdana ke publik pada Zhuhai Air Show di China tahun lalu. Penerbangan pertama dari pesawat produksi ini dijadwalkan pada tahun 2019.

AVIC berencana mempersiapkan operasional pesawat pada awal tahun 2022. Jet tempur siluman ini diharapkan sudah mencapai kemampuan operasional penuh pada tahun 2024.

Thediplomat