Jaringan Mata-Mata Israel Terbongkar

Ilustrasi
Ilustrasi

Pihak berwenang Libanon menyatakan, mereka telah menangkap dua warga negara Libanon dan seorang warga Suriah atas tuduhan mata-mata untuk Israel. Ketiganya ditangkap pada akhir pekan kemarin.

“Dalam rangka operasi memerangi terorisme dan spionase, Direktorat Keamanan Umum telah menangkap jaringan mata-mata yang bekerja untuk Israel,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan otoritas keamanan Libanon, Selasa (10/11/2015).

Dalam pernyataan itu, tiga orang yang ditangkap adalah seorang pria asal Suriah, istrinya yang merupakan warga Libanon, dan seorang pria asal Libanon. Ketiganya diidentifikasi hanya dengan inisial mereka. Tidak ada keterangan mengenai kapan dan dimana ketiganya ditahan.

Menurut pernyataan tersebut, ketiganya telah mengakui tuduhan yang ditujukan kepadanya. Mereka mengakui jika mereka telah mengumpulkan informasi tentang sejumlah individu, keamanan, dan sasaran militer.

Mereka juga merekam sejumlah lahan dan daerah lain di sebelah selatan Lebanon dan mengirimkan rekaman itu kepada Israel agar bisa digunakan dalam peperangan.

Lebanon dan Isrel secara teknis masih terlibat perang. Karena itu, kerap terjadi pertempuran diantara keduanya di garis gencatan senjata. Salah satunya terjadi pada tahun 2006, dimana kelompok Hizbullah terlibat perang selama sebulan dengan Israel.

Konflik ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Libanon, sebagian besar warga sipil. Sementara di pihak Israel, dan sekitar 160 tewas, sebagian besar dari korban adalah tentara.

Tinggalkan komentar