55 Tahun Satuan Kapal Selam TNI AL

248
151

nanggala

Sejarah lahirnya Satuan Kapal Selam TNI AL pada awal mulanya didahului dengan pengiriman dua grup/ crew calon awak Kapal Selam Indonesia untuk tugas belajar di Gdinia-Oksiwi-Polandia. Pada tanggal 5 Agustus 1958 dua regu crew calon awak Kapal Selam Indonesia di bawah pimpinan Mayor (Pel) R.P. Poernomo berangkat dari Surabaya dengan kapal berbendera Denmark “HEINRICH JESSEN” menuju Rijeka-Yugoslavia, untuk selanjutnya menggunakan perjalanan darat menuju Gedinia Oksiwi-Polandia. Selama setahun mereka digembleng di sana dan pada tanggal 5 Agustus 1959 calon awak Kapal Selam Indonesia yang pertama ini kembali ke tanah air dari Polandia dengan menggunakan Kapal RI. Morotai.

image001

Tidak lama setelah itu, pada tanggal 7 September 1959, Dua buah Kapal Selam berbendera Uni Soviet yang akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia merapat di dermaga ujung Surabaya. Yang kemudian kedua Kapal Selam tersebut diserahkan secara resmi dari pemerintah Uni Soviet kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 12 September 1959, yang diwakili oleh KASAL saat itu, Kolonel (Pel). RE. Martadinata. Kedua Kapal Selam itu di beri nama : RI TJAKRA dengan Komandan Mayor.(Pel).R.P. Purnomo, dan RI NANGGALA dengan Komandan Mayor.(Pel).O.P. Koesno. Hari yang bersejarah ini kemudian setiap tahun diperingati sebagai “HARI LAHIR KORPS HIU KENCANA. setelah sehari sebelumya yaitu pada tanggal 11 September 1959 dilakukan Penyematan Brevet Hiu Kencana tanda Brevet Kapal Selam yang Pertama kali kepada semua awak Kapal Selam yang baru menyelesaikan pendidikannya di Polandia.

Kemudian pada tanggal 14 September 1959, dengan surat keputusan Men/ KASAL No. A. 4/ 2/ 10 diresmikan berdirinya “DIVISI KAPAL SELAM” disingkat DIVKASEL dalam tubuh Komando Armada. Sebagai Komandan Divkasel yang pertama adalah Mayor.(Pel).R.P. Poernomo dan pada tanggal 1 November 1959, dengan surat keputusan Men/ KASAL No. A. 19/ 4/ 1 diresmikan berdirinya “SEKOLAH KAPAL SELAM ANGKATAN LAUT” disingkat SEKASAL dan berkedudukan di Surabaya, dengan Komandannya yang pertama adalah Mayor (Pel).R.P. Poernomo.

Pada tanggal 25 Maret 1961, Dengan kapal berbendera Uni Soviet, KESATUAN LATIHAN KAPAL SELAM disingkat KELAKAS di bawah pimpinan Mayor.(Pel).A.T. Wingjoprajitno berangkat menuju ke Wladiwostok–Uni Soviet untuk mengikuti pendidikan Kapal Selam selama 9 (sembilan) bulan, KELAKAS yang diberangkatkan terdiri dari personil calon Awak Kapal Selam dan personil calon tenaga perbaikan Kapal Selam.

Di tengah-tengah pelatihan tersebut pada akhir tahun 1961, dua buah Kapal Pungut Terpedo Cather Boat/TCB yang dibeli pemerintah Indonesia dari Pemerintah Uni Soviet juga tiba di Indonesia dan diberi nama : RI BUAYA dan RI BIYAWAK.

Pada tanggal 12 Januari 1962, Para personil KELAKAS kembali dari pendidikan dan tiba kembali di Tanah Air dan kedatangannya sangat tepat karena saat itu Negara membutuhkan tenaga mereka dalam rangka Operasi “TRIKORA”, dimana tidak lama sesudahnya pada tanggal 29 Januari 1962, pemerintah Indonesia kembali menerima 4 (empat) unit Kapal Selam Type Whiskey Class type RI Nagabanda dari Pemerintah Uni Soviet yang diberi nama : RI Nagabanda, RI Tjandrasa, RI Trisula dan RI Nagarangsang.

Dengan semakin banyaknya Kapal Selam yang dioperasikan, untuk menunjang tugas-tugas operasinya pada tanggal 10 Agustus 1962, bertempat di Dermaga Madura Ujung Surabaya dilakukan Upacara serah terima sebuah Kapal Tender Kapal Selam dari Pemerintah Uni Soviet kepada Pemerintah Indonesia yang kemudian diberi nama RI Ratulangi. Dan tidak hanya itu, pada tanggal 15 Desember 1962 pemerintah Indonesia kembali menerima Kapal Tender Kapal Selam yang kedua yang diberi nama RI Thamrin, selain itu diserahkan juga 6 (enam) Kapal Selam Whiskey class Type RI Wijayadanu yang kemudian diberi nama : RI Wijayadanu, RI Hendrajala, RI Bramastra, RI Pasopati, RI Tjundamani dan RI Alugoro.

Tanpa membuang waktu armada bawah air TNI AL ini terlibat dalam berbagai macam operasi “TRIKORA” dengan salah satu keberhasilannya adalah RI Tjandrasa karena keberaniannya yang luar biasa dalam melaksanakan tugas dalam Operasi Tjakra – II yang telah berhasil menerobos pertahanan Belanda dan mendaratkan regu RPKAD di pantai Irian Barat. Atas keberhasilan ini seluruh awak Kapal Selam RI Tjandrasa pada tanggal 12 April 1963 bertempat di Dermaga Madura Ujung Surabaya oleh Panglima Armada selaku Wakil Panglima Tertinggi menerima penyematan Bintang Sakti.

image003

Kalau Warjagers pernah memasuki sarang Hiu Kencana, pasti menemukan Relief Hiu Kencana, dimana dulu peresmian Relief Hiu Kencana ini dilakukan oleh MENPANGAL saat itu Laksamana Madya (Laut) R.E Martadinata yang bertindak selaku Irup dan Ny. R.E Martadinata berkenan menggunting pita peresmian Relief di WISMA HIU KENCANA.

Sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kualitas Korps Hiu Kencana ini pun terus dilakukan, selain kembali mengirim sejumlah Perwira, Bintara dan Tamtama ke Waldiwostok Uni Soviet untuk belajar menjadi instruktur dan tenaga ahli perawatan Kapal Selam pada tahun 1966 juga, diresmikan Ruang latihan serangan torpedo. Ruang latihan ini dipergunakan untuk memahirkan para Komandan, Palaksa dan Perwira navigasi Kapal Selam dalam melakukan serangan torpedo. Dan pada tahun itu juga pada tanggal 9 Desember dilakukan juga Peresmian Stasion Bantu Kapal Selam alias (SIONBAN KS) diresmikan oleh MEN/PANGAL Laksamana. Muljadi. Sionban ini berfungsi sebagai Eselon pelayanan terhadap KS dalam hal pengisian Baterei, aliran listrik dari darat, air suling dan udara tekanan tinggi. Sementara pada tanggal 13 Maret 1967, Berdasarkan Surat Keputusan Pangarsam No. KOARSAM : 5401.1 th. 1967. DINAS PERAWATAN KAPAL SELAM (DISPENKAP) ditingkatkan menjadi Komando Perawatan Kapal Selam (KOWATAKASEL).

Mengutip kata-kata Komandan Satkasel pertama Kolonel (laut) R.P. Purnomo saat terah terima jabatan Komandan KONJENKASEL kepada Letnan Kolonel (Pel). L.M Abdul Kadir pada tanggal 30 September 1963, “Panta Rei, segala-galanya mengalir. Juga sejarah KONJENKASEL akan mengalir terus, mengalir menuju ke muara kejayaan”. (by Pocong Syereem).

Dirgahayu Satkasel.
“Wira Ananta Rudhiro”
“Jalesveva Jayamahe”

248 KOMENTAR

  1. Dirgahayu SATKASEL….MERDEKA.

    Om Pocong Syeyem, mohon pencerahan ttg nasib KS club Whisky? Kenapa cuma cakra dan nenggala yg bisa selamat sampe 55 tahun?

    Apa hubungan sejarah SATKASEL dengan KS pasopati yg kalau tdk salah merupakan ex u boat nazi jerman.

    Jabat komando atas penjelasan dan pencerahannya.

    jtb

  2. KS, sesuatu yang ghoib n rahasia. Saya lebih percaya clue yang disebar oleh user nya meskipun terasa kentut. Nggak nampak namun berasa kata user nya. Meskipun ada yang membantah itu hoax n hoax 365x. Aku ambil saja 50%-50%. Sebagai user nya tentu merasa bangga akan tunggangan nya yang cetar menggentarkan. Ingin rasanya pamer-(seperti anak kecil yang pamer akan mainan barunya yang keren ke sesama teman bermain nya)-namun apa daya itu masuk ranah RAHASIA versi NKRI. Maka user nya hanya bisa mengeluarkan clue-clue serasa kentut. 50% percaya karena yang mengeluarkan clue – menurut saya user nya adalah Bung LS* PS – dilihat dari tulisan serta ilmu ke kasel an yang mumpuni. 50% nggak percaya karena memang seperti kentut tidak kelihatan walaupun cuma satu saja sekali lagi satu saja. Bukan begitu Bung LS* PS……?

    • Kalo dlm filsafat jawa di bilang “jalma limpat seprapat tamat” orang yang pandai/sdh dalam ilmunya tdak perlu belajar menyeluruh/dikasih uraian/petunjuk secara detail untuk memahami suatu pengetahuan/ilmu/hal baru…jadi kita harus lebih bisa mencerna clue dari para narasumber

    • Kebalik mas Iwoy..justru yang sering memberikan clue itu bukan user sebenarnya. Kalau the real user dia tidak akan berani memberikan clue-clue dimaksud tanpa seizin atasannya. Saya megang data semua alutsista yang SUDAH PERNAH digunakan, SEDANG digunakan dan yang AKAN digunakan oleh TNI pada matra AD, AL dan AU (beberapa alutsista sudah pernah menyaksikan uji cobanya). Apakah saya sering memberikan clue? tidak tanpa seizin atasan saya! Mengenai SAM Medium kemarin saya memang diizinkan untuk mengklarifikasi berita tersebut. 1 hal lagi yang perlu saya luruskan, jumlah Sukhoi TNI AU masih 16 unit, bukan 24 unit.

      Terima kasih

      • maaf sblmnya bung@Sempak,,,apakah anda yakin bung@PS,N,S,PW,NR,LS,PR,,,bukan user sebenarnnya,?,,trs kalo menurut anda bukan dari mana mereka tahu info tentang alusista ? contohnya bung PS bisa menjelaskan informasi tentang KS yg bahkan di google pun tidak ada penjelasnnya,,,satu lg bung apakah anda pernah ketemu muka atau minimal tahu atau lock posisi lokasi mereka ( maaf bukan mau mengadu domba sesama tukang dan user ) cuma supaya kami yg buta alusista ini bisa jd pintar

        • Mas Apam. Saya bertanya balik ke anda…apakah anda percaya kalau kita sudah punya KS akula atau KS nuklir lainnya? Kalau kilo iya. Apakah anda percaya ada distroyer yang dulu datang ke natuna sudah berganti KTP indonesia dan sudah beroperasi di papua? Padahal nyatanya distroyer tersebut hingga saat ini masih milik Rusia. Apakah anda percaya kita sudah punya SU 34? Nyatanya petinggi TNI terutama AU tidak tertarik sama sekali. Atas dasar apa anda percaya berita demikian? Hanya berdasarkan cerita? Untuk tau seluk beluk militer itu tidak harus dari kalangan militer mas. Apakah anda tau apa itu Militer Fans Boy? Apakah anda tau komentator sepak bola seringkali merasa lebih jago dari pemain bola itu sendiri? Kalau anda punya waktu, silahkan maein di forum topix. Mas akan tau jawabannya.

          Silahkan jikalau masih ada yang ingin didiskusikan. Saya siap menjawab sebisa saya sebelum saya bertolak ke German esok hari.

          NOTE:
          Untuk artikel Mas PS yang ini saya akui kebenarannya

          • bung sempak .. mau tanya bukankah SU 34 itu role nya untuk TNI AL bukan AU ? … kalo TNI AU yah berminatnya ke SU 35 :mrgreen:

          • terima kasih bung@ Sempak atas penjelasannya senang berdiskusi dengan anda,,,kalo menurut anda /dalam lingkup dunia militer apa yg menyebabkan australia sekarang sangat menghormati zona batas negara ( dulu sangat angkuh ),,,malaysia yg sangat santun ( kasus ambalat dulu sangat merasa jaguh ),,,singapura ( usman harun ) pelanggaran wilayah oleh armada US ( kasus armada f 18 hornet ),,,analogi saya yg awam,,kebiasaan kami kalo lg jaga padi di sawah kalo ada satu atau dua babi kena jipah atau jebak maka rombongan yg lain akan menjari jalan lain atau menghindar dari tempat itu,,,salam hangat bung

          • hehehe… ya saya memang hanya tukang cari kerang lho Bung, percaya itu sama Tuhan jangan kepada seseorang hehehe… :mrgreen:

          • Mas pojokunduh…AL belum punya pilot jet tempur.

            Mas Apam…secara tidak langsung anda sudah menjawabnya. Apakah saya bilang jumlah kasel kita cuma 2? Tidak kan? Tp yang raksasa kita tidak punya.

          • @bung sempak .. tapi menurut analisa saya, AL sepertinya akan ke arah sana bung ( jet tempur ) .. dimulai dengan peresmian lanud di pasuruan ( R.E.B.O Tjokroadiredjo ) yang tahun depan akan diperpanjang landasannya .. ini cuma analisa saya loh bung :mrgreen:

          • bung@Sempak ,,, apakah hanya krn kapal selam mereka jd berpikir lebih hati hati,,?,bagai mana dgn pespurnnya ( jumlah sukhoi kt terbatas lho,,,elang botak jadul,,,hawk kuno )pertahanan udara kita yg masih seperti zaman perang pasifik,,,rudal eks yg udah hilang namanya,radar jadul,kapal perang peninggalan belanda,,,apakah semua itu juga berpengaruh kepada mereka,,,mumpung anda belum ke germany,,,mohon penjelasannya,,,sekali lg senang diskusi dengan anda salam

          • Bung Sempak, kalau begitu sebelum anda bertolak ke Jerman, bisakah warjager mendapat konfirmasi berita Rafale. Jujur dalam hati saya masih berharap kita benar berencana membeli Rafale, saya lebih doyan rafale daripada typhoon.

          • Mas PS..jangan merendah begitu dong. Mohon maaf apabila kata-kata saya menyinggung perasaan mas. Saya tidak bermaksud demikian.

            Mas Pojokunduh..mas bertanya saat ini sudah punya atau bagaimana? Kalau rencanaya jelas ada tp tidak dalam waktu dekat kecuali ekonomi kita naik 7 % mqka janji Pak Jokowi yang kemarin bisa kita tagih

            Mas Apam…hormatnya suatu negara kepada negara lain bukan mutlak berdasarkan alutsista. Alutsista hanya salah satu faktor saja. Masih ada faktor-faktor lain. Masih ingat bagaimana reaksi australia saat ada wacana menyetop import daging sapi dari australia? dan masih banyak yang lain dan saya kira bukan kapasitas saya untuk menjelaskan permasalahan ini.

            Mas STMJ…permasalahannya diharga mas. Itu saja. India pun mulai beralih ke typhoon. Kalau saya pribadi dan rekan-rekan di AU kalau bisa memilih ya hanya Su 35 pilihannya. Sama halnya saat saya bertugas di aceh tahun 2002 silam, kalau bisa memilih saya akan minta AK 47 daripada harus menggunakan SS1 dalam bertempur, tp apa daya saya tak kuasa menolaknya

          • maaf bung@ sempak ,,,saya hanya mau analisa anda berdasarkan analisis data militer bukan yg lain ( australia g akan bangkrut mas bila kita stop impor sapi ) penyebab lebih berhati hatinya negara tetangga terhadap negara kita di tinjau dari alusista jadul yg kita miliki mohon bung hehehe ( mengharap com ) salam hangat

          • Terima kasih mas Sempak, bila menggunakan kalimat “kalau bisa memilih”, maka saya akan memilih Pak Fa sekalian, ndak nanggung – nanggung kalau milih. Tapi ya begitu, apalah daya hanya bisa menjadi penonton.

        • Waduh…Tunggu saja di MEF II dan III. Masalahnya…ada negara yang selalu menawarkan barang rongsokannya dan suka menyalip di tikungan terakhir dan skrg mereka mulai menawarkan f 15 dan 18. Untuk lebih lanjut saya tidak bisa menjelaskannya. FYI, silent reader disini ada yang berbintang 3 lho

          • walah…bung sempak bs gk ksh saran keatasn ny???jgn mw dtwarin brg2 rgsok dr si asu…brg rongsok srg bermslh…lain hal klo emg si user pun stuju & tdk mmprmslahknny (contoh si elang botak…pihk TNI AU stuju mnrimany )

      • Tabik buat bung Sempak yang user asli ,,
        Kalau boleh tanya Jabatan bung sempak apa ya ? kok bisa ikut ke Jerman ? apakah untuk Proses kedatangan leo atau pelatihan atau lainnya?

        Biasanya tentara akan sangat berhati hati dalam berstatemen karena disini kita tidak tahu siapa atasan dan siapa bawahan dalam struktur organisasi.
        Salah sedikit bicara gampang kok menemukan identitasnya ,,karena sudah ada pengakuan,,
        misal Tinggal diurut siapa saja PAMA yang kena tugas ke Jerman,,dari matra mana saja… dan yang memegang data alutsista yang sudah ,sedang dan akan dipunyai,,,
        belum lagi ditrack IP,nya yang memakai telkomsel,,dll..binggo ketemu,,:D

        Bung Sempak selamat bertugas,, semoga berhasil dan sukses tujuannya..
        Salam hormat dari military fans boy,,aka Tukang warnet yang sudah karatan
        hehehehehe

  3. Om@ Pocong Syereem.. Dirgahayu yg ke-55 utk Kesatuan nya..

    Semoga tetap terus Tabah Sampai Akhir dalam menjaga & melindungi setiap Jengkal NKRI.
    Semoga Selalu diberi Kesehatan Jasmani & Rohani nya & diberi Keselamatan dalam menunaikan Tugas- Tugas Mulia. Selalu dalam Lindungan Allah SWT.

    Semoga selalu menjadi Ksatria Pejuang yg rendah hati & menjadi kebanggaan Rakyat NKRI.

    Amiinn…

    Jalesveva Jayamahe
    Wira Ananta Rudhira..

  4. Masih sangat melekat, pertama mengerti kalau Indonesia pusa KS..saat membaca majalah Technologi Strategi Militer terbitan medio 80an, dimana majalah ini saya kumpulkan dan membeli dari pasar loak. Maklum bocak ndeso yang sedari kecil terobsesi dengan perlatan militer.

    Ada foto KRI Cakra dengan Matahari sedang tenggelam dicakawala…

    Terima kasih Ndan PS atas tulisanya. Mohon Ijin untuk dishare dengan sumber dan nama penulis. Terima kasih sekali lagi..

    *SR

  5. Dirgahayu SATSIWAR (Satuan Silent Warrior) yg ke 55, hehehe.. moga makin silent but deadly.. semoga makin banyak koleksi KASELnya.. semoga makin canggih tunggangan dan arsenal yg dibawanya.. semoga dselalu di berikan keselamatan, ketabahan, dan kesejahteraan.. Amiiin…

  6. wah ndan Nara ya….pagi ndan.

    barang belanjaannya sdh pada dateng ya ndan nara…

    beberapa mau ditongolin di acara tgl 7 besok ya…hehehehehehehe

    ditunggu artikel2nya lagi ndan yang bocor alus juga gak apa2…hehehehehehe

    salam hangat ndan nara. met bertugas

    maaf tukang cuci piring lancang

  7. well come back Bung NR. kangen sama tulisannya yang manteb. soal si kabul en salah si bakul komplain karena barang dagangannya bocor disini, wajar karena ada agreement antara pemerintah kita dengan si kabul, tentang kerahasiaan item-item yang di jual. kayaknya emang kebablasan infonya. terlalu vulgar. sama seperti bantingan dari om Jalo, kalau sudah kelwat bocornya, lalu di banting sama om jalo biar ga keterusan. wes lah ayem tentrem atiku pakde NR. alat pertahanan kita sudah lebih baik dari dasawarsa sebelumnya. semoga kedepan target MEF2 dan MEF 3 bisa tercapai tepat waktu. Amin.

  8. wesssssssss bung PS oleh dulinan anyarrr………
    selamat… gas poll bung… ben geram seker’e cepet ilang….

    lalu welkom bek ndan nara….
    pas ayas ketemu karo ebes suriken 4… aku ngomong kita pinter ya bes yooo….
    alutsista ajaibnya akeh tenen…
    contone kapal selem, ngakune mung nduweni 2… sejatine okeh lan macem macem…
    ebes kuwi langsung pasang muka garang…
    wes ga wani aku mancing mancing maneh…
    dek ne mung ngomong pSSTTTTTTTT….

    how lucky im nemu warjag…
    thanks 2 all …