A-4 Skyhawk, Pembom Mungil Yang Mematikan

Pada 2 Agustus 1990, tentara Saddam Hussein menyerbu ke Kuwait dengan kekuatan 120.000 tentara dan 300 tank. Invasi Irak sangat mengejutkan dunia. Namun penyerbuan Irak bukanlah tanpa perlawanan dari Kuwait.

Di antara kekuatan Angkatan Udara Kuwait yang melakukan perlawanan adalah pesawat tempur A-4KU Skyhawks, yang lepas landas di bawah pemboman artileri tentara Irak.
Beberapa pesawat tempur A-4 Skyhawk akhirnya dievakuasi dari Kuwait, beberapa diantanya mendarat di jalan raya setelah pangkalan udaranya dikuasai musuh. A-4KU berhasil menembak tiga dari sembilan helikopter Irak yang dilaporkan hancur, dan menghancurkan sejumlah kendaraan tempur Irak lainnya .

Kecil, lincah dan sederhana, A-4 Skyhawk dibangun pada tahun 1956 dan bertugas di Angkatan Laut AS dan Korps Marinir selama hampir 40 tahun. Dirancang sebagai bomber serang ringan yang mampu mengangkut bom nuklir, Skyhawks menderita kerugian tertinggi selama Perang Vietnam.

A-4 juga menjadi pesawat tempur dengan korban terbesar diantara pesawat lainnya di Angkatan Udara Israel selama Perang Yom Kippur tahun1973.

Dalam Perang Falklands tahun 1982, Argentina mengirim beberapa pesawat A-4 pada misi hampir bunuh diri untuk membom kapal perang Inggris.

Awalnya disebut A-4D sebelum 1962, Skyhawk dikembangkan sebagai pesawat bertenaga jet pengganti pesawat baling-baling AD Skyraider. Pesawat baru tersebut harus kecil dan ringan agar dapat mendarat di kapal induk era perang dunia 2, Essex class. Pesawat Skyhawk sangat kecil sehingga tidak memerlukan sayap lipat untuk parkir di kapal induk ringan sekalipun.

Dua varian produksi pertama begitu sederhana dengan tidak memiliki radar apapun. Dengan kokpit yang yang sempit, apalagi bagi pilot Amerika yang bertubuh besar. Jika pilot A-4 ingin memeriksa situasi di belakang pesawat, saking sempitnya ia harus melakukan manuver pada pesawatnya karena pilot hampir tidak bisa memutar badan dan kepalanya.

Meski kecil, Skyhawk sangat popular karena gesit, responsive dan kuat. Skyhawk bisa membawa beban bom, roket dan rudal sampai 4,4 ton.
Skyhawk seri Upgrade A-4E dan penerusnya memiliki lima cantelan persenjataan dibandingkan tiga cantelan versi lama, sehingga meningkatkan pilihan amunisi untuk ditempatkan di pesawat. Kru darat memuji kesederhanaan desain internal A-4.

Sebagai pesawat jet dengan kinerja dan kecepatan tinggi, Skyhawk mirip pesawat MiG-17 Soviet, dan sering dijadikan sebagai pesawat musuh di Navy’s Fighter Weapons School, yang dikenal sebagai “Top Gun.”

Ketika Amerika memasuki Perang Vietnam, A-4 adalah pesawat serang yang paling banyak diturunkan Angkatan Laut AS. Model yang paling umum adalah A-4C, diikuti oleh model A-4E. Baru A-4F, yang menggunakan avionik modern yang ditempatkan dipunuk belakang pesawat, memulai debutnya pada akhir tahun 1967. Marinir juga menerbangkan pesawat latih TA-4F dengan dua kursi sebagai pesawat tempur garis depan.

Sebagai pesawat dengan misi serangan darat yang sangat sering diterjunkan di kancah perang Vietnam, A-4 menderita kerugian 37 persen dari total keseluruhan pesawat Angkatan Laut AS dan 36 persen pesawat Marinir yang ditembak jatuh di perang tersebut.

Pada 5 Agustus 1964, pilot Amerika pertama Elverett Alvarez ditawan oleh Vietnam Utara, A-4C miliknya ditembak jatuh selama Operasi Pierce Arrow, serangan balasan Amerika untuk insiden kedua Teluk Tonkin .

Cmdr. James Stockdale, ditembak jatuh dengan pesawat A-4E pada bulan September 1965. James menjadi tawanan perang dan dianugerahi penghargaan Medal of Honor.

Penerima penghargaan Medal of Honor lainnya adalah Kapten anumerta MJ Estocin yamg dianugerahi medali Honor atas dua insiden pada bulan April tahun 1967 ketika pesawatnya lumpuh saat meluncurkan rudal Shrike ke baterai SAM Vietnam. Estocin berhasil membawa A-4 kembali ke kapal induknya, pada kesempatan kedua MJ Estocin gugur saat A-4nya kembali ditembak jatuh.

Pilot yang lain John McCain, sekarang menjadi seorang senator, menerbangkan A-4E ketika ia ditembak jatuh pada bulan Oktober 1967 dan ditangkap.

Pesawat tempur A-4C menembak jatuh sebuah MiG-17 Vietnam dengan roket Zuni pada Mei 1967, roket yang sebenarnya tidak dirancang sebagai roket anti pesawat.

A-4F Skyhawk menembakkan roket Zuni saat pemboman Khe Sanh tahun 1968

Skyhawk, bagaimanapun, adalah pesawat tempur terbaik yang aman untuk memberikan bantuan serangan darat di dekat pasukan teman dibandingkan dengan F-4 Phantom, F-100 super Sabre atau F-8 Crusaderyang memiliki kecepatan tinggi.

Sementara itu, militer AS mulai mengadopsi metode baru pelatihan tempur udara. Vietnam Utara menggunakan jet tempur MiG-17, MiG-19 dan MiG-21 buatan Soviet yang lebih cepat dan gesit dibandingkan jet tempur AS, terutama dalam dogfight jarak dekat.

Pada tahun 1969, Angkatan Laut AS membuka pelatihan pilot “Top Gun”, dimana untuk mendapatkan simulasi taktik dan gaya Soviet dibutuhkan jet tempur Soviet asli, sesuatu hal yang mustahil, tapi A-4 memiliki kemiripan bentuk dan ukuran dengan MiG-17F. A-4 bisa meniru kemampuan MiG kecil yang lincah menyelinap masuk di dalam formasi F-4 Phantom.

Israel, satu dari banyak pembeli jet tempur Skyhawk, sangat bergantung pada pesawat ini dari tahun 1969 hingga tahun 2006. Israel awalnya menggunakan jet tempur buatan Prancis, tetapi semakin menua dan pasokan suku cadang terhenti sejak Paris mengembargo Israel pada 1960-an.

A-4H adalah pesawat tempur buatan pertama yang dimiliki Angkatan Udara Israel, ini adalah seri dari A-4F varian ekspor. Ada tambahan parasut pengereman tetapi tidak dilengkapi avionik punuk.

Amerika juga melarang ekspor jenis persenjataan tertentu, seperti bom napalm, rudal bullpup AGM-12 dan bom cluster Rockeye ke Israel. Namun pada tahun 1970 Washington mengijinkan penjualan bom dipandu AGM-62 Walleye dan rudal anti-radiasi AGM-45 Shrike dalam pertukaran agar Israel menerima gencatan senjata yang mengakhiri Perang Atrisi dengan Mesir.

Sejak pemberondongan ke darat terhadap pesawat tempur musuh yang diparkir menjadi taktik yang disukai para penerbang Israel selama Perang Enam Hari 1967, meriam asli Mk 12 20 mm diganti meriam Defa 30 mm.

Sementara Skyhawks sukses menyebarkan bom selama Perang Atrisi dan meledakkan kamp Organisasi Pembebasan Palestina di Yordania dan Lebanon, Perang Yom Kippur tahun 1973 akan menjadi ujian terberat bagi A-4HS. Berbeda dengan Perang Enam Hari, Israel tidak bisa meluncurkan serangan pre-emptive di pangkalan udara Mesir atau Suriah karena akan kehilangan dukungan diplomatik dari AS.

Hal ini mengakibatkan Israel tidak mencapai superioritas udara terhadap jet-jet tempur Arab ketika Mesir dan Suriah menyerang Sinai dan dataran tinggi Golan.

Skyhawks Israel dari varian terbaru A-4N, dipaksa untuk melawan MiG-21 dan pertahanan udara Mesir yang tangguh.
Setiap kali A-4 terbang rendah untuk menghindari rudal SAM jarak menengah Mesir, A-4 dirontokkan rudal panggul Strela-2. Akhirnya untuk mnghadapi ancaman Strela-2, Skyhawks Israel menerima modifikasi pipa knalpot yang diperpanjang sama seperti upgrade pada jet tempur super Mysteres.

A-4 Argentina melakukan serangan pemboman berani mati ditengah hujan peluru dari fregat Inggris saat perang Malvinas

Militer AS dan negara-negara lain seperti Australia, Indonesia, Israel, Selandia Baru dan Singapura telah lama menghentikan operasional A-4. Angkatan udara Argentina entah bagaimana masih terus menerbangkannya ditengah anggaran yang minim sementara Brazil masih mengoperasikan A-4 bekas dari Kuwait dikapal induknya.

Warisboring