Cinta Kering Amerika Serikat, Israel dan Mesir

Irone Dome Israel

Israel berusaha meminta tambahan dana yang diberikan Amerika setiap tahun untuk bantuan militer kepada mereka sebanyak 5 miliar dollar (atau 68,3 triliun).

Jumlah tersebut bukan hanya dana bantuan milter terbesar, tetapi juga lebih dari tiga kali dibanding jumlah yang diterima oleh negara lain dalam bentuk bantuan dari Amerika.

Dalam dua tahun belakangan, Amerika telah memberi Israel 3,1 miliar dollar (Rp 42,4 triliun), yang disebut sebagai “pembiayaan militer asing.” Bersama Mesir, yang menerima bantuan kira-kira 1,5 miliar dollar per tahun, kedua negara tersebut mencakup hampir 80 persen dari 5,5 miliar dollar lebih bantuan militer global Amerika, menurut analisis VOA.

Sebagai perbandingan, Pakistan, berada di tempat ketiga, mendapat 280 juta dollar pada 2015.

Tahun fiskal baru dimulai bulan lalu dimana Amerika berencana mengeluarkan 33,7 miliar dollar total bantuan luar negeri, kira-kira sepertiga dari jumlah tersebut dialokasikan untuk upaya global dan bukan hanya untuk satu negara.

Jumlah alokasi bantuan bagi Israel tetap sama – semuanya untuk militer, sementara Afganistan mendapat 1,5 miliar dollar dan Mesir mendapat sedikit lebih kecil dari jumlah tersebut.

Jika dana bantuan militer Israel dinaikkan menjadi 5 miliar dollar tahun 2016, maka jumlahnya sama dengan 14 persen dari setiap dolar bantuan yang diberikan Amerika ke seluruh dunia.

Pengeluaran 2016 dibagi menjadi delapan kategori, terbanyak yakni 8,8 miliar dollar untuk bantuan kesehatan dan 8,7 miliar dollar untuk tujuan perdamaian dan keamanan, yang mencakup pembiayaan militer dan hal-hal lain seperti pemberantasan narkotika dan kejahatan lintas negara. Jumlah lainnya 5,6 miliar dollar dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan.

Selain Israel dan Mesir, negara-negara penerima terbesar bagi bantuan keamanan mencerminkan konflik yang sedang berlangsung di dunia.

Jordania, meluncurkan serangan udara di Irak dan Suriah sebagai bagian dari koalisi pimpinan Amerika; Pakistan, pasukan militernya memerangi gerilyawan di perbatasan Afganistan; Irak, di mana militan ISIS masih terus menguasai kota-kota utama; Afganistan yang terus berjuang melawan Taliban; Somalia yang masih bertempur melawan militan al-Shabab; dan Suriah yang menghadapi pemberontakan dan perang saudara selama empat tahun. Setiap negara tersebut dialokasikan mendapat lebih dari 100 juta dollar tahun ini.

Negara-negara penerima bantuan lainnya yang tidak termasuk dalam daftar bantuan keamanan adalah negara-negara di Afrika, dan bantuan untuk mereka dikhususkan bagi program HIV/AIDS.

Bantuan jenis tersebut mencakup dua pertiga dari keseluruhan bantuan bagi Kenya, Tanzania dan Uganda, dan bantuan lain itu diberikan kepada Nigeria.

Sumber: Kompas.com