Saksi Sebut Pelaku Serangan Paris Salahkan Intervensi Perancis di Suriah

Paris — Seorang saksi mata penembakan di Paris, Perancis, Jumat (13/11/2015), menyebutkan bahwa salah satu pelaku serangan itu menyalahkan Presiden Perancis yang telah melakukan intervensi dalam perang Suriah.

“Aku jelas mendengar mereka mengatakan, ‘Ini kesalahan (Presiden Perancis Francois) Hollande. Itu kesalahan dari presiden Anda. Dia seharusnya tidak campur tangan di Suriah.’ Mereka juga berbicara tentang Irak,” kata Pierre Janaszak, seorang presenter radio yang berada di lokasi penembakan gedung konser Bataclan, sebagaimana dikutip oleh AFP, Sabtu (14/11/2015).

Sebuah bom meledak di luar Stade de France, Paris, tempat laga persahabatan antara Perancis dan Jerman, Jumat (13/11/2015) malam atau Sabtu dini hari WIB. Selain diteror bom, Paris juga diteror aksi penembakan di 6 titik.

Sementara itu, KBRI Paris mengimbau kepada WNI yang menetap atau sedang berada di Perancis, khususnya di Paris dan sekitarnya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berada di tempat umum dan keramaian.

WNI yang berada di wilayah yang berdekatan di Perancis diharapkan dapat saling memonitor keberadaan dan keamanan bersama. Orangtua diharapkan senantiasa memantau keberadaan anak-anaknya.

WNI dapat menghubungi KBRI Paris melalui telepon +33(0)145030760 (fixed line) dan +33(0)621122109 (mobile) 24 jam.

7 Serangan Serentak di 6 Lokasi yang Berbeda

Pemerintah Perancis melalui Kepala Kejaksaan Paris Francois Molins mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan berdarah yang mengguncang Paris, Jumat (13/11/2015).

Mollins menyatakan, ada 7 serangan yang terjadi di 6 lokasi yang berbeda. Serangan ini setidaknya menelan 150 orang korban jiwa.

Serangan paling fatal terjadi di gedung konser Bataclan di distrik 11 Paris. Dilaporkan, ada 1.500 penonton yang sedang menyaksikan konser band rock Amerika, Eagles of Death Metal. Lebih dari 100 orang tewas akibat serangan di gedung ini.

Setelah itu, penembakan terjadi di distrik 10 Paris, Jalan Alibert, di dua tempat yang berbeda. Di Restoran Petit Cambodge, serangan menewaskan 4-11 korban.  Kemudian, di Bar Le Carillon, di dekat kanal Saint–Martin, penembakan menelan 11 korban jiwa.

Restoran La Belle Equipe, di Jalan 92 de Charonne, distrik 11 Paris menjadi sasaran lainnya. Penembakan di restoran ini menewaskan 18 orang.

Sementara itu, serangan di dua lokasi berbeda, yakni di Boulevard Voltaire dan Jalan Fontaine le Roi, menewaskan 6 orang.

Serangan terakhir berupa bom bunuh diri yang meledak di sebuah bar di luar Stadion Stade de France di utara Paris. Laga persahabatan Perancis vs Jerman sedang digelar di stadion itu dengan 80.000 penonton.

Presiden Francois Hollande yang sedang menonton pertandingan telah dievakuasi dengan selamat. Bom diperkirakan menewaskan setidaknya 10 orang.

Kompas.com