Serangan Udara AS Tewaskan Pimpinan ISIS di Libia

Warga negara Irak Abu Nabil yang juga dikenal dengan Wissam Najm Abd Zayd al-Zubaydi sudah “sejak lama menjadi anggota al-Qaeda”, kata mereka lagi.

Pentagon mengatakan bahwa serangan akan mengikuti “ke manapun para pemimpin ISIS beroperasi”.

Kantor-kantor berita mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa Nabil sudah tewas. “Kematian Nabil akan mengurangi kekuatan ISIS untuk mencapai target kelompok tersebut di Libia, termasuk merekrut anggota baru, menguatkan basis, dan merencanakan serangan luar ke Amerika Serikat,” kata juru bicara Pentagon Peter Cook.

Menurutnya, operasi ini sudah disetujui sebelum terjadi serangan teroris di Paris pada Jumat malam yang sejauh ini diakui sebagai tindakan ISIS.

Cook menambahkan bahwa Nabil adalah juru bicara ISIS dalam video Februari 2015 yang menunjukkan pembunuhan penganut Kristen Koptik di Libia.

Empat tahun setelah penggulingan Muammar Gaddafi, Libia tetap berada dalam kekacauan karena diperebutkan oleh beberapa kelompok, termasuk ISIS.

ISIS sudah meluncurkan serangan di negara Afrika Utara tersebut dan menguasai kota-kota kunci, termasuk Sirte.

Pentagon mengatakan bahwa serangan pada Nabil adalah yang pertama menyasar pimpinan ISIS di Libia. Reuters mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa serangan udara terjadi di daerah-daerah yang dikuasai milisi ISIS, yaitu di daerah pinggiran Fattayah, tenggara Derna.