Mengenal Anjing Militer Rusia (2)

Di peternakan Zvezda, yang terletak di Pusat Pelatihan ke-470, sebuah peranakan baru diperkenalkan pada tahun 1952: jenis Black Terrier. Anjing ini juga disebut sebagai Anjing Stalin. Pusat Pelatihan ke-470 saat ini fokus pada dua jenis pelatihan anjing militer: mendeteksi ranjau dan melakukan patroli.

Anjing patroli bertugas mendeteksi pelanggar dari jarak jauh dan mulai menggonggong untuk memperingatkan penjaga mengenai kehadiran sang pengganggu. Anjing akan memutuskan sendiri apakah ia perlu menyerang tamu tak diundang tersebut atau tidak, dan jika merasa perlu, ia akan melakukannya.

Anjing pendeteksi ranjau memiliki peran yang lebih besar dibanding anjing patroli, terutama terkait ancaman aksi terorisme. Anjing pendeteksi ranjau tak tergantikan dan jauh lebih unggul dibanding segala macam teknologi.

Menurut Komandan Dmitri Karchevsky, hidup anjing adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah. Pendeteksi ranjau paling canggih sekalipun tak bisa mendeteksi ranjau bercangkang plastik, sementara anjing selalu bisa menemukannya, karena ia dilatih untuk mempersepsikan bau khusus alat peledak tersebut. Pelatih anjing berpengalaman menjelaskan, sang pencari ranjau berkaki empat itu bahkan mampu mencium lokasi keberadaan alat peledak, seperti misalnya, dua lantai di atasnya. Spesialisasi kerja bergantung pada peranakan anjing. Bagi pendeteksi ranjau, peranakan terbaik adalah Spaniels dan Labrador, semetara semua tipe Shepherd, Rottweiler, dan Moscow Watchdog merupakan jenis terbaik untuk dijadikan anjing patroli, karena mereka lebih besar, kuat, dan paling penting: kejam.

Pada masa Perang Dunia II, anjing militer mengantarkan 700 ribu tentara yang terluka dari medan perang ke rumah sakit terdekat, menghancurkan lebih dari 300 tank, dan mengantarkan 200 ribu laporan penting.

Wajib Militer Delapan Tahun

Kadang anjing-anjing tersebut masuk militer bersama pemiliknya. Mereka sama-sama menjalani wajib militer selama satu tahun kemudian pulang. Namun, itu tak sering. Biasanya, sang wajib militer dan anjing bertemu di pusat peternakan, dan anjing menghabiskan rata-rata delapan tahun (setelah pelatihan di pusat tersebut anjing akan mengabdi di militer Rusia), sementara tentara hanya satu tahun. Sehinga, selama masa pelatihan anjing bisa berganti pemilik sebanyak tujuh hingga delapan kali.

Wajib militer kerap terikat pada sang anjing, namun, ia tak boleh membawanya pulang. Anjing militer adalah milik Kementerian Pertahanan, sama seperti tank dan pesawat. Namun, ketika sang prajurit berkaki empat tersebut pensiun dari militer, mereka boleh dibawa oleh tentara, yang akan merawat sang anjing di masa tuanya.