Pahlawan Soviet Dalam Perang Dunia II (2)

Pahlawan soviet dalam perang dunia II yang mampu melakukan aksi heroik di daratan…

Lebih dari 300 kota besar dibersihkan dari ranjau dengan bantuan para anjing. Dokumen personal anjing collie bernama Dick menyebutkan, “Wajib militer dari Leningrad dan dilatih untuk mendeteksi ranjau. Sepanjang perang, mendeteksi lebih dari 12 ribu ranjau, ambil bagian dalam menjinakan ranjau di Stalingrad, Lysychansk, Praha, dan kota lain.” Dick meraih prestasi utamanya di Pavlovsk, dengan mendeteksi ranjau darat berbentuk jam seberat 2,5 ton tepat satu jam sebelum ranjau tersebut meledak. Meski tubuhnya tercoreng oleh berbagai luka, Dick terus memenangkan banyak perlombaan anjing setelah perang usai. Anjing veteran ini hidup sampai ia tua dan saat mati ia dikubur dengan penghormatan militer skala penuh. Pahlawan soviet yang dihormati.

Kisah Dzhulbars Kesayangan Stalin

Di luar sejumlah prestasi anjing tentara sepanjang perang, seorang anjing bernama Dzhulbars merupakan satu-satunya anjing yang mendapatkan medali “For Combat Merit”. Sepanjang tahun terakhir perang, anjing ini menemukan 7,468 ranjau dan 150 granat, bepartisipasi dalam pembersihan ranjau di istana Danube, kastil Praha, serta katedral Wina. Pahlawan soviet kesayangan Stalin.

Pemilik Dzhulbars, Dina Volkats, merupakan istri dari kepala sosiolog negara, Letnan Kolonel Alexander Mazover. Sebelum perang, Dina menjadi instruktur anjing di kampung halamannya, Kharkov. Pada 1941, perempuan yang saat itu berusia 18 tahun tersebut dikirim ke Sekolah Pusat Anjing Terlatih untuk melatih para anjing militer. Setelah menerima jabatan sebagai letnan bintang dua, Volkats mulai bekerja. Ketika memilih anjing, Dina menunjukkan Dzhulbars pada kepala departemen. Dzhulbars terlihat sangat menyedihkan dan sang kepala departemen hanya bergumam, “Tak bisakah kamu pilih anjing yang lebih buruk dari ini? Boleh tahu apa alasan kamu memilih anjing ini?” Dina hanya menjawab dengan serius, “Dari matanya”.

Pada akhir perang, Dzhulbars terluka dan tak bisa ikut Parade Kemenangan. Marsekal Konstantin Rokossovsky melaporkan hal ini pada Stalin, yang kemudian memerintahkan untuk membawa sang anjing ke Lapangan Merah dengan digendong menggunakan jas pendeknya. Sang anjing lalu digendong oleh Alexander Mazover, yang diizinkan untuk tidak memberi penghormatan pada Stalin, karena ia bertanggung jawab untuk keamanan anjing tentara yang paling berharga dari Brigade ke-14 tersebut.