Turki Membatalkan Kontrak Kesepakatan Rudal Pertahanan Dengan Cina

Turki akhirnya membatalkan kontrak sistem rudal pertahanan udara jarak jauh senilai $ 3.4 milyar yang sementara diberikan kepada China, sebuah kesepakatan yang sejak dulu ditentang pihak AS dan Barat, kata pejabat di kantor perdana menteri Turki kepada Reuters.

Turki, salah satu anggota NATO pada tahun 2013 telah memilih China Precision Machinery Impor dan Ekspor Corp (CPMIEC) sebagai kandidat untuk kesepakatan itu, memicu kekhawatiran Barat atas risiko keamanan dari teknologi Cina.
“Telah diputuskan bahwa tender ini akan dibatalkan,” kata Ahmet Davutoglu, seorang pejabat di kantor Perdana Menteri. “Keputusan ini akan ditandatangani oleh Perdana Menteri pada minggu ini.”

Seorang pejabat dari Industri Pertahanan Turki, yang telah menjalankan negosiasi teknis dengan China, mengatakan pada Juli bahwa batu sandungan utama kesepakatan ini adalah keengganan China untuk melakukan transfer teknologi yang sangat dibutuhkan Turki, dan Ankara sekarang berencana untuk melakukannya sendiri. “Turki sekarang akan meluncurkan proyek sendiri untuk membangun sistem pertahanan rudal seperti itu,” katanya.

Turki telah lama ragu apakah membeli sistem pertahanan rudal dari China yang tidak sesuai dengan sistem dan infrastruktur NATO atau memilih sistem dari Barat yang pelit berbagi transfer teknologinya.

Selama tender, perusahaan Raytheon AS mengajukan penawaran sistem pertahanan rudal Patriot nya dan Grup Franco-Italia menawarkan sistem EUROSAM.

Armyrecognition