Prancis Belum Aman

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls mengatakan, walaupun teror Paris telah usai, namun Prancis masih dibayangi oleh ancaman teroris hingga beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dirinya mengatakan Prancis akan terus meningkatkan keamanan untuk mencegah aksi terorisme kembali terjadi di Prancis.

“Teroris dapat menyerang lagi dari beberapa hari atau minggu ke depan. Tapi, kita tidak perlu takut, kami sudah mempersiapkan diri untuk hal semacam ini,” kata Valls dalam sebuah wawancara dengan media setempat, seperti dilansir Russia Today pada Senin (16/11/2015).

Dirinya juga mengatakan saat ini Prancis berada dalam peperangan melawan terorisme, dan Prancis akan mememberikan respon yang sesuai terhadap setiap serangan yang ada. “Kami akan merespon, pukulan untuk pukulan. Kami akan bertindak, kami akan menyerang dan kami akan menang,” sambungnya.

Sementara itu, dalam wawancara tersebut Valls turut mengatakan, pihaknya mendapati fakta bahwa teror yang melanda Paris sudah direncakan dari jauh hari di Suriah. Dirinya yakin, serangan berikutnya mungkin akan segera datang, dan bukan hanya menargetkan Prancis.

“Teroris mungkin sudah menyiapkan sejumlah skenario serangan, dan mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat. Serangan itu tidak hanya menargetkan Prancis, tetapi juga negara-negara Eropa lainnya,” pungkasnya.