Sekjen PBB Akan Temui Kim-Jong-Un - JakartaGreater

Sekjen PBB Akan Temui Kim-Jong-Un

Sekjen PBB, Ban-Ki-Moon
Sekjen PBB, Ban-Ki-Moon

Korea Utara dikhawatirkan sedang mempersiapkan uji misil rudal balistik jarak jauh, setelah Pyongyang mengeluarkan perintah pelarangan pelayaran di bagian pantai timurnya hingga 7 Desember mendatang.

Ditengah kekhawatiran tersebut, menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Sekjen PBB Ban Ki-moon akan mengunjungi Korea Utara pekan ini. Jika kunjungan terlaksana, Ban Ki-moon menjadi pemimpin pertama organisasi dunia tersebut yang menginjakkan kakinya di negara tertutup itu dalam lebih dari 20 tahun terakhir.

Mengutip sumber tingkat tinggi PBB yang tidak disebutkan namanya, Yonhap mengatakan bahwa Ban, yang berasal dari Korsel, akan mengunjungi Pyongyang dalam kapasitas resminya sebagai Sekjen PBB pada pekan ini meskipun tidak memberikan waktu pasti kunjungannya.

Kantor juru bicara PBB di New York menolak untuk memberikan komentar terkait kunjungan tersebut. Sementara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dan Kantor Kepresidenan Gedung Biru mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kunjungan tersebut.

jika pertemuan Ban Ki-Moon dan Kim-Jong-Un terwujud, makan akan menandai pembukaan diplomatis yang besar bagi Pyongyang. Sejak mengambil alih kekuasaan setelah wafatnya ayahnya, Kim Jong-Il pada 2011, Kim Jong-Un belum menerima satupun pemimpin negara lain, dan belum berkunjung ke luar negeri.
Pertemuan juga memberi sinyal bahwa Korut sedang mencoba membukakan diri ke dunia internasional di tengah kecaman terhadap program nuklir dan catatan hak asasi manusia mereka.

“Pyongyang akan berupaya memberi kesan bahwa Amerika Serikat dan Korsel adalah biang keladi di balik memburuknya hubungan internasional-Korea akhir-akhir ini. Pyongyang ingin memberi tahu dunia internasional bahwa mereka terbuka untuk berdialog,” tutur Hong Hyun-ik, pakar di Institut Sejong, Korsel.
Sebelumnya, pada bulan mei tahun lalu, Ban-KI-Moon telah merencanakan kunjungan ke Korea Utara, setelah diundang mengunjungi Zona Industri Kaesong yang merupakan proyek gabungan Korea Utara dan Selatan yang berada di sekitar perbatasan Korea. Namun, Pyongyang membatalkan undangan tersebut pada menit terakhir setelah Ban mengkritik uji misil terbaru Korea Utara.

Dua Sekjen PBB yang telah mengunjungi Korea Utara di masa lalu adalah Kurt Waldheim pada 1979 dan pada 1993 Boutros Boutros-Ghali yang menemui Kim Il-Sung untuk mendiskusikan ketegangan atas ambisi nuklir Pyongyang. Bagi Ban Ki-moon, kunjungan tersebut akan menjadi yang ke dua kalinya, setelah pada 2006 saat dirinya menajabat menteri Luar Negeri Korea Selatan mengunjungi zona industri gabungan Kaesong.

Undangan Korea Utara mungkin juga disebabkan oleh perubahan diplomatis di wilayah itu yang membuat Korea Utara terlihat lebih tertutup,. Pasalnya, Awal bulan ini, pemimpin tiga negara, jepng, Tiongkok dan Korea Selatan, menggelar pertemuan pertama dalam 3 tahun yang mengecam program nuklir Korea Utara.

Tinggalkan komentar