Pasca-Serangan ISIS Prancis Berencana Tutup Sejumlah Masjid

Mesjid Raya Paris, Prancis

Paris – Aksi teror di Paris Jumat pekan lalu mulai berdampak pada komunitas Muslim di negara tersebut. Pemerintah Prancis berencana menutup sejumlah masjid di Paris.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve, masjid-masjid yang akan ditutup adalah masjid yang dijadikan tempat untuk menebar kebencian. Masjid yang digunakan oleh ulama radikal untuk menyebarkan paham radikal dan ekstrim.

“Saya akan memulai penutupan masjid di mana kebencian disampaikan. Keadaan darurat yang diberlakukan Prancis memungkinkan kami untuk turut menyasar tempat dan pribadi yang menyampaikan pesan kebencian,” ucap Cazeneuve, seperti dilansir Sputnik pada Senin (16/11).

Prancis sendiri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir setidaknya sudah mendeportasi 40 orang ulama radikal. Mereka dideportasi setelah terbukti menyampaikan pesan-pesan kebencian di beberapa masjid di Prancis.

Keadaan darurat di Paris sendiri mulai diberlakukan pada tanggal 13 November, atau sesaat setelah teror Paris terjadi. Setidaknya 127 orang tewas dalam serangan yang berlangsung di sejumlah titik Paris pada Jumat lalu.

Serangan paling parah terjadi di gedung konse Bataclan, dimana hampir 100 orang tewas di tempat tersebut.

Sindonews.com