Suriah Dibombardir Tu-22, Tu-95MS dan Tu-160

TU-22

Rusia benar-benar murka setelah memastikan pesawat Metrojet yang jatuh di semenangjung Sina akibat bom teroris. Mereka langsung meningkatkan serangan ke Suriah. Tidak tanggung-tanggung Rusia mengerahkan pesawat pembom stratregis jarak jauh mereka.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu melaporkan hal itu kepada Presiden Vladimir Putin, Selasa 17 November 2015. “Hari ini, antara waktu pukul 5:00-05:30 waktu Moskow, 12 pembom Tu-22 mencapai target ISIS di Raqqah, dalam periode waktu 09.00-09.40 pembom strategis Tu-160 dan Tu- 95MS melepaskan 34 rudal rudal jelajah ke sasaran teroris di provinsi Aleppo dan Idlib. Sebanyak 127 sorti terhadap 206 sasaran dijadwalkan untuk Selasa dengan 82 sorti telah diterbangkan dan 140 target sudah dihantam. Operasi ini masih berlangsung, “katanya.

Menurut Shoigu pesawat Rusia telah meningkatkan jumlah serangan ke target ISIS hingga dua kali lipat yang memungkinkan untuk mencakup semua fasilitas ISIS di negara ini. “Sebagai bagian dari operasi udara, serangan udara besar-besaran sedang dikirim ke ISIS di Suriah,” kata Shoigu sebagaimana dikutip Kantor Berita TASS.

TU-95 MS

Kepala Rusia Staf Umum Valery Gerasimov mengatakan kepada Vladimir Putin bahwa Rusia akan menggunakan pesawat jarak jauh di samping pembom dan jet tempur untuk memberikan serangan pada target ISIS di Suriah.

“Untuk melaksanakan pesan Anda guna mengintensifkan serangan terhadap sasaran-sasaran dari ISIS dan organisasi-organisasi ekstremis lainnya, Staf Umum telah bekerja di luar rencana operasi udara lebih lanjut. Seiring dengan intensifikasi sortie dari pangkalan udara Hmeymim di Suriah, juga berencana menyediakan dan melibatkan 25 pesawat jarak jauh, delapan pembom Sukhoi-34, empat jet tempur Sukhoi-27SM, “katanya.

Anatoly Zhikharev, komandan penerbangan jarak jauh mengatakan skuadron Tupolev-22M3 saat ini tengah melakukan serangan besar-besaran terhadap posisi ISIS di Suriah.

TU-160

“Sebuah skuadron yang diperkuat dengan pembom jarak jauh Tupolev-22M3 dari pangkalan udara Mozdok selama lebih dari 24 jam melakukan dua serangan besar-besaran terhadap ISIS di Timur Deir ez-Zor dan Raqqah provinsi Suriah. Salah satu serangan itu dilakukan tadi malam, dan yang lain berlangsung saat ini, “katanya.

Dia mengatakan pesawat jarak jauh Rusia telah menyerang ISIS mulai Selasa 17 November. Tupolev-160 dan Tyupolev-95MS pesawat sudah kembali ke pangkalan setelah menyelesaikan misi tempur mereka. “Pesawat-pesawat sedang menjalani perawatan dan persiapan untuk sortie lagi. Data pemantauan tujuan sedang dianalisis,” tambahnya.