Industri Senjata Jerman Menigkat Pesat

Penjualan senjata Jerman meningkat dalam setengah tahun pertama 2015 kendati pemerintahan Angela Merkel menyata akan memperketat pemberian izin ekspor bagi produsen senjata.

Ekspor senjata Jerman dalam beberapa tahun terakhir dikritik karena kebanyakan dijual keluar negara Uni Eropa dan NATO, termasuk ke negara-negara yang keamanannya tidak stabil.

Tahun lalu, Menteri Perekonomian Jerman Sigmar Gabriel menyatakan akan lebih ketat memberikan izin ekspor senjata. Komitmen Gabriel ini membuat resah produsen industri pertahanan yang khawatir pemerintah akan membuat kebijakan baru yang menghambat penjualan.

Namun nyatanya, dalam setengah tahun pertama 2015, pemerintah Jerman memberikan izin bagi individu untuk ekspor senjata senilai 3,5 miliar euro, meningkat 2,2 miliar miliar euro di periode yang sama tahun lalu. Untuk izin kelompok, disetujui ekspor senjata senilai 3 miliar euro ke negara Uni Eropa dan para mitra NATO.

Alasan utama meningkatnya nilai ekspor senjata individu karena adanya kesepakatan penjualan pesawat tanker ke Inggris, yang mencakup sepertiga total nilai ekspor. Selain itu, ada juga kesepakatan pembelian kapal selam dari Israel.

Penjualan senjata adalah isu sensitif bagi Jerman karena negara itu memiliki masa lalu kelam saat pemerintahan Nazi serta peran Jerman mempersenjatai peperangan di abad ke-19 dan 20.

Ahli pertahanan dari partai sayap kiri Jerman, Linke, Jan Van Ken, mengatakan bahwa komitmen Gabriel dalam membatasi ekspor adalah “omong kosong.”