Rusia Hindari Serangan Darat Di Suriah

Rusia hanya mengirim pesawat untuk melakukan operasi militer di Suriah, namun tak akan melakukan serangan darat . Demikian disampaikan juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

Saat ditanya mengenai operasi militer Rusia di Suriah selanjutnya, ia menjelaskan, “Presiden Putin telah berulang kali menegaskan Rusia hanya akan mengirim pasukan udara. Pasukan darat tak akan dilibatkan.”

“Saya ingin mengingatkan bahwa kehadiran pasukan udara Rusia di Suriah adalah untuk membantu Angkatan Udara Suriah sendiri,” kata Peskov.

Ia menolak menjawab pertanyaan apakah Putin telah meminta dukungan para pemimpin G20 mengenai serangan udara melawan terorisme di Suriah.

Topik memerangi terorisme merupakan salah satu tema utama yang didiskusikan dalam pertemuan G20 di Antalya, Turki. Putin menghadiri forum tersebut dan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain di sela acara.

Sang jubir juga menyebutkan Rusia telah mengambil upaya untuk memerangi terorisme sesuai dengan hukum internasional.

Ia menyebutkan, Putin – yang bicara dalam pertemuan dengan para penegak hukum pada Senin (16/11) mengenai hukuman tak terhindarkan bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap pesawat Rusia yang mengalami kecelakaan di Mesir pada akhir Oktober lalu – mengutip Pasal 51 Piagam PBB mengenai hal ini.

Namun, Peskov menolak menjawab apakah Rusia akan menggelar operasi khusus untuk mencari tahu siapa di balik serangan teroris terhadap pesawat Rusia di Mesir.

“Kami akan mematuhi Pasal 51 Piagam PBB yang menjamin hak untuk melindungi negara sendiri,” kata Putin dalam pertemuan tersebut.

Sebuah pesawat penumpang Kogalymavia A321 (penerbangan 9268) tujuan Sankt Petersburg mengalami kecelakaan pada Sabtu (31/10), 30 menit setelah lepas landas dari Sharm el-Sheikh, Mesir. Pesawat tersebut jatuh seratus kilometer dari pusat administrasi Sinai Utara, kota Al-Arish. Pesawat mengangkut 217 penumpang dan tujuh kru. Terdapat empat warga Ukraina dan seorang warga Belarus di antara penumpang. Tak ada penumpang yang berhasil selamat. Hal ini membuat Rusia semakin agresif menggempur ISIS, yang mengatakan beranggung jawab atas serangan tersebut.

Selama ini Rusia menentang serangan darat terhadap Suriah. Rusia mengingatkan Amerika Serikat agar tidak mengirimkan pasukan darat ke Suriah. Menurut Moskow, pengiriman pasukan merupakan kesalahan besar.

“Mereka akan terjebak, mereka akan terlibat jauh dalam konflik panjang ini, dan konsekuensinya tentu tidak bisa diperkirakan,” ujar Kepala Komite untuk Hubungan Luar Negeri di Majelis Tinggi Rusia, Konstantin Kosachev.

Ia menambahkan, koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS telah melanggar hukum internasional. Karena itu, jika mereka melanjutkan dengan serangan darat, maka semakin menambah daftar pelanggaran.

“Setiap operasi, operasi udara ataupun operasi darat di Suriah oleh Amerika Serikat akan ilegal,” katanya. Sebaliknya Kosachev menegaskan, Rusia tidak akan mengirimkan pasukan darat.  Rusia cukup terlibat dengan melancarkan serangan udara ke pemberontak.

Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengirimkan sejumlah pasukan khusus ke Suriah dan helikoter serbu ke Irak. Menurut pejabat AS, pertimbangan itu diambil untuk menjaga momentum dalam pertempuran melawan ISIS. “Setiap penempatan akan dilakukan secara terbatas, kita berusaha untuk bergerak maju secara spesifik, dengan tujuan militer yang terbatas di Irak dan Suriah,” ujar dua sumber pejabat AS. Salah satu sumber pejabat mengatakan, penempatan pasukan ke Suriah adalah untuk memberikan arahan kepada oposisi Suriah secara suriah. Mereka juga akan dengan muda meminta bantuan serangan udara dari jet tempur AS.