Rusia Uji Prototipe Misil Balistik Baru

Rudal Satan (SS-18) Rusia yang lama akan digantikan oleh rudal baru R-36 Sarmat
Rudal Satan (SS-18) Rusia yang lama akan digantikan oleh rudal baru Sarmat

Rusia telah merancang sebuah prototipe misil balistik antarbenua baru bernama Sarmat dan akan melakukan uji coba di pusat antariksa Plesetsk pada musim semi tahun depan, demikian disampaikan seorang narasumber dari kompleks industri militer Rusia pada TASS, Selasa (17/11).  Rudal baru ini menggantikan rudal R-36 pada era Perang Dingin yang oleh NATO dijuluki rudal Setan SS-18.

Rudal Setan SS-18 hingga kini masih dianggap sebagai rudal balistik antar-benua terbesar di dunia yang pernah dibuat. Rudal Sarmat pengganti rudal Setan SS-18 itu akan melayani militer Rusia tahun 2020.

Prototipe Sarmat, menurut sang narasumber, dibuat beberapa bulan dari jadwal seharusnya. Namun, tanggal pengoperasian misil tersebut tak berubah, yakni akhir 2018.

Perbandingan rudal SLBM
Perbandingan rudal SLBM

“Pabrik Produksi Mesin Krasnoyarsk telah memproduksi seluruh elemen struktural misil dan akan melakukan uji coba satuan komponen dan unitnya. Uji coba tahap awal Sarmat bergantung pada waktu rekonfigurasi silo di situs Plesetsk, yang akan digunakan untuk uji coba. Konversi tersebut akan selesai pada Maret 2016, dan uji coba pertama misil tersebut dilakukan di bulan yang sama,” kata sang narasumber.

Uji coba Sarmat dijadwalkan ulang karena keputusan memindahkan lokasi uji coba dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, ke Plesetsk, serta perlunya melengkapi Sarmat denga peluncur lama yang digunakan untuk menguji misil Voyevoda (R-36M2, digunakan sejak 1988).

Wamenhan Rusia Yuri Borisov sebelumnya menyebutkan bahwa bobot hulu ledak Sarmat mencapai sepuluh ton dan misil tersebut mampu menghancurkan target yang menyeberangi Kutub Utara dan Kutub Selatan. Misil Sarmat akan menggantikan Voyevoda, yang dirancang dalam beberapa jenis, kata Borisov.

Misil balistik antarbenua Sarmat dirancang oleh NPO Mashinostroyeniya di Reutov, pinggiran Moskow, dan Pusat Misil Nasional Makeyev di Miass. Menurut pengembang, bobot Sarmat akan mencapai seratus ton. Sementara Yuri Borisov menuturkan, jangkauannya mencapai 11 ribu kilometer. Misil canggih ini dirancang sebagai penerus misil balistik terbesar dan tercanggih di dunia, RS-20V Voyevoda, yang berbobot 210 ton dan dapat mengangkut sepuluh hulu ledak yang berbobot masing-masing 750 kiloton. Indonesia siap menyusul?

Tinggalkan komentar