Inilah Sejarah Perusahaan Sukhoi

Sukhoi SU-35

Sukhoi adalah perusahaan yang lebih dikenal sebagai pembuat pesawat tempur. Nama sukhoi diambil dari nama pendirnya yaitu Pavel Sukhoi, desainer pesawat soviet terhebat. Suasana perang kala itu, membuat ahli Pavel Sukhoi mendalami desain pesawat yang digunakan untuk kepentingan perang di dunia.

Pavel Sukhoi lahir pada tahun 1910. Dirinya pernah menjadi anak didik Andrey Tupolev, bapak aviasi modern Rusia. Pavel Sukhoi, mendapatkan pengalaman pertamanya dalam perakitan pesawat pada saat Rusia tengah dilanda perang saudara. Angkatan Udara Soviet terlahir di dalam sebuah rumah sederhana berlantai dua yang dihuni oleh para pekerja kontraktor di lantai atas dan para tukang di lantai bawah.

Tahun 1920 hingga 1930 Sukhoi bekerja sebagai insinyur senior pada Tupolev di TsAGI (Institut Pusat Aero-Hidrodinamik).

Pada September 1930 pemerintahan Rusia menunjuk Sukhoi untuk mengepalai sebuah organisasi baru bernama OKB-134 (sebuah biro desain eksperimental) di kota Kharkov, Ukraina.

Selama menjabat di organisasi ini hingga tahun 1940, Sukhoi berhasil memproduksi beberapa desain gemilang.

Pavel Sukhoi

Di awal kepemimpinan sukhoi, muncul pesawat tempur generasi pertama, disusul pesawat pengebom jarak jauh DB, dan pesawat jarak jauh RD, kala itu yang diterbangkan pilot Soviet dengan rekor jarak penerbangan terpanjang sejauh 10 ribu kilometer dalam waktu 62 jam tanpa mendarat.

Pada tahun 1940, muncul seri baru pesawat Su-2. Dari penampilanya, tidak ada yang berbeda dari model sebelumnya. Namun demikian, pesawat ini dilengkapi dengan jendela kokpit yang lebih lebar dan penempatan persenjataan yang strategis sehingga memungkinkan pesawat ini untuk terbang lebih cepat. Pesawat Sukhoi jenis terbaru ini kemudian dirilis dalam jumlah lebih dari 900 unit. “Bengkel” pesawat ini pun kemudian mendapatkan status Biro Konstruktor (KB). Berdasarkan model Su-2, di kemudian hari dirancang pesawat serangan lapis baja Su-6 dan Su-8, serta prototipe pesawat tempur Su-1 yang dilengkapi dengan senapan.

Sukhoi SU-2

Pesawat Sukhoi sering digunakan pada pertempuran di wilayah sekitar Moskow, Stalingrad, dan dalam peperangan di Kursk pada saat Perang Dunia II. Pengembangan pesawat tempur Sukhoi dilakukan secara rahasia dan bahkan para tentara Soviet tak bisa mengenali pesawat itu.

Setelah perang, ketertarikan dalam pengembangan pesawat Sukhoi terlihat dalam pembuatan mesin jet. KB Sukhoi dalam hal ini menjadi salah satu yang paling terkemuka. Su dengan seri nomor 9, 11, 13, 15, dan 17 dibuat dengan menggunakan teknologi terbaru. Di pesawat-pesawat inilah untuk pertama kalinya digunakan sistem kursi lontar yang menggunakan parasut saat terjadi pengereman. Namun, tidak satu pun dari produksi pesawat Sukhoi pada zaman setelah perang yang dapat dibangun ke dalam seri besar. Kecelakaan Su-17 yang terjadi pada tahun 1949 menyebabkan penghentian pengembangan pesawat dan bahkan penutupan sementara KB. KB kembali dibuka pada tahun 1953 dan setelahnya segera dilanjutkan pembangunan pesawat supersonik terbaru. Pengembangan pesawat dilakukan dalam dua bidang, yaitu pembangunan pesawat dengan bentuk sayap (kelompok S) dan bentuk sayap segitiga (kelompok T).

Terobosan terbaru yang memberikan reputasi perancang terkemuka bagi para staf Sukhoi adalah pembuatan kompleks pesawat T-4. Menurut para ahli, pesawat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1962 ini telah melampaui teknologi di masanya selama 20 tahun. Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi tercanggih yang ada pada masa itu, seperti teknologi kerangka badan pesawat dari bahan titanium dan sistem kontrol otomatis terbaru. T-4 tidak pernah masuk ke dalam seri, tapi ia hadir sebagai landasan bagi pesawat-pesawat terbaru.

Pada tahun 1969, pesawat tempur Sukhoi Su-24 melakukan penerbangan perdananya. Ini adalah pertama kalinya pembuatan pesawat Sukhoi dilakukan dalam seri besar setelah pembuatan Su-2. Pesawat ini adalah pesawat tempur Rusia pertama yang tidak tergangu oleh faktor cuaca di tengah medan perang.

Enam tahun kemudian, Sukhoi hadir diikuti dengan kesuksesan lain dengan dirakitnya pesawat Sukhoi Su-25 yang mampu menghancurkan peralatan lapis baja di medan perang. Pesawat ini mendapat julukan “Grach” dikarenakan bentuk badan pesawat yang khas. Pesawat ini sampai sekarang menjadi dasar aviasi bagi Angkatan Udara Rusia.
Pada saat yang sama, KB juga mulai mengembangkan generasi keempat dari pesawat tempur Sukhoi. Hasilnya adalah pembangunan Su-27, yang menjadi landasan dikembangkannya Su-30, Su-32, dan Su-33 .

Perkembangan teknologi yang dilakukan perusahaan Sukhoi bukan hanya di bidang militer, tetapi juga juga di bidang kemanusiaan. Pada tahun 1960 hingga 1970, perusahaan berhasil mengembangkan jantung buatan yang kemudian menjadi sebuah terobosan dalam skala global.

Pada awal tahun 1990, Sukhoi mulai menjamah bidang pembuatan pesawat sipil. Perusahaan ini mulai merakit pesawat-pesawat sipil dan pesawat untuk keperluan pertanian. Pada tahun 2000-an, pesawat Sukhoi Superjet 100 hadir sebagai model pesawat sipil. Sukhoi Superjet 100 merupakan merupakan pesawat penumpang Rusia pertama yang dikembangkan pasca bubarnya Uni Soviet. Pesawat ini ditujukan untuk menggantikan Tupolev Tu-134 dan Yakovlev Yak-42 peninggalan Soviet yang sudah tua dan sering mengalami kecelakaan.