Indonesia Harus Menyiapkan $ 2 Milyar Untuk Project KF-X

Korea Selatan dan Indonesia membahas hal keuangan dan tanggung jawab terkait kemitraan untuk menghasilkan project Korea Fighter Experimental (KFX).

Korea Selatan saat ini berada pada “tahap akhir” negosiasi dengan Indonesia untuk pengembangan program jet tempur dan hasilnya mungkin akan datang awal minggu depan.

Kim Si-cheol, juru bicara Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengatakan pada konferensi pers bahwa “hasilnya mungkin awal minggu depan.”

Indonesia dan Korea Selatan menandatangani perjanjian awal bulan lalu di mana Indonesia akan menanggung 20 persen total biaya pembangunan untuk proyek KF-X dengan imbalan 50 pesawat.

Proyek ini diharapkan sudah menghasilkan pesawat tempur pada tahun 2025. Media Indonesia telah melaporkan sebelumnya bahwa total biaya yang ditanggung Jakarta untuk berbagi proyek KF-X adalah sekitar US $ 1,5-2 milyar.

Seoul mengikat dan meyakinkan Jakarta pada project KFX, setelah AS menolak untuk menyetujui transfer empat teknologi kunci.

Lockheed Martin sebelumnya pernah menawarkan kesepakatan 25 transfer teknologi yang diimbangi dengan pembelian 40 pesawat siluman F-35 Lightning II oleh Korea Selatan.

Untuk transfer sisa 21 teknologi standar, Korea Selatan saat ini sedang dalam diskusi dengan perusahaan Lockheed Martin di Seoul.

defenceworld