Korut-Korsel Siap Duduk Satu Meja

Korea Utara (Korut) mengajak Korea Selatan (Korsel) untuk duduk satu meja guna melakukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan pada 26 November mendatang. Pembicaraan ini akan dilakukan di desa yang menjadi lokasi gencatan senjata di perbatasan militer kedua negara.

“Komite Korut untuk Reunifikasi Damai Korea, lembaga utama penanganan hubungan antar-korea, mengusulkan untuk mengadakan kontak tingkat kerja untuk melakukan pembicaraan tingkat pemerintah,” begitu bunyi laporan kantor berita resmi Korut, KCNA, yang disitir Reuters, Sabtu (21/11/2015).

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, seorang pejabat di Kementerian Unifikasi Korsel yang manangani hubungan dengan Korut mengatakan telah menerima usulan Pyongyang. Ia mengatakan akan segera membuat keputusan apakah akan menerima atau menolaknya.

Sebelumnya, Korsel telah mengusulkan untuk mengadakan pembicaraan pemerintah di beberapa kesempatan sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani pada 25 Agustus. Kesepakatan 25 Agustus adalah kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan yang membuat kedua negara dalam kondisi perang akibat ledakan ranjau darat di perbatasan.

Hubungan kedua negara membeku sejak tahun 2010 pasca peristiwa tenggelamnya kapal perang Korsel yang menewaskan 46 pelaut. Korsel pun lantas menuding Pyongyang berada di balik insiden itu, namun hal itu dibantah oleh Pyongyang. Belakangan pada tahun itu juga, Korut diketahui membom sebuah pulau di sebelah Selatan dan menewaskan empat orang.

Tinggalkan komentar