Negeri ini Butuh Institut Otomotif Indonesia

Jakarta – Salah satu alasan industri komponen Indonesia masih tertinggal dari Thailand dan Malaysia, karena tidak ada lembaga yang bertugas khusus untuk mengembangkannya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengajukan usul pembuatan “Indonesia Automotive Institute” sebagai solusi sekaligus mendukung transfer teknologi.

Usulan itu tertuang dalam draft road map perkembangan otomotif baru yang disampaikan Gaikindo dalam Forum Group Discussion (FGD) di Kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (19/11/2015).

I Made Dana Tangkas, Ketua Pengembangan Industri Otomotif Gaikindo menjelaskan, industri komponen Thailand dan Malaysia bisa maju karena didukung Thailand Automotive Institute (TAI) dan Malaysia Automotive Institute (MAI).

“Di Thailand itu mereka memberikan masukan kebijakan otomotif, di Malaysia juga. Di Indonesia belum ada yang terfokus,” kata Dana.

Gaikindo juga mengusulkan didirikannya fasilitas pelatihan pekerja serta pusat riset dan pengembangan di dalam negeri. Ini juga bagian dari transfer teknologi yang harus didukung dengan kebijakan otomotif dari pemerintah.

“Terkait dengan investasi perlu adanya pengembangan industrial estate. Teknologi tinggi join venture dulu, nanti bisa dikembangakan pusat riset dan pengembangan,” ujar Dana.

Gakindo berhadap Indonesia bukan hanya besar sebagai pasar tapi juga menjadi basis produksi. “Saya kira itu sebagai usulan. Dari usulan ini kita berharap memang ada pembahasan,” ucap Dana.

KompasOtomotif