Angkatan Udara Argentina Yang Semakin Merana

Pada awal 1980-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Argentina adalah militer yang paling kuat di Amerika Latin. Kemudian akibat resesi ekonomi pasca perang Falklands dan sanksi dari sekutu-sekutu Inggris mengakibatkan dari awalnya memiliki 400 pesawat tempur di tahun 1982, hari ini Buenos Aires hanya mengoperasikan kurang dari 250 pesawat, dengan hanya beberapa yang masih operasional.

Kekuatan Angkatan Udara yang tampaknya paling menderita. Setelah pensiunnya unit terakhir dari Mirage III di bulan Agustus, Fuerza Aérea Argentina yang tersisa hanyalah 43 pesawat tempur subsonic.

Untuk membangun kembali kemampuan pesawat tempur supersonik, Buenos Aires awalnya ingin membeli Gripen baru dari Brasil, kemudian F-16 bekas, Mirage F.1 dari Spanyol namun kesemuanya gagal karena tekanan dari Inggris dan terakhir JF-17 dari China yang juga batal dibeli Argentina.

Argentina akhirnya menetapkan membeli Kfir Blok 60 dari Israel, dengan harga $ 350 juta, termasuk paket pemeliharaan beberapa tahun kedepan.

Sepertinya Angkatan Udara Argentina (FAA) akan kembali kuat dengan kehadiran Kfir blok 60, tapi tidak semua orang Argentina senang, terutama Jendral Mario Roca, seorang perwira di angkatan udara Argentina, ungkap MercoPress.

Roca berpendapat bahwa pesawat tempur yang dipasok oleh Israel tidak memiliki sistem persenjataan modern dan hanya enam pesawat diantaranya yang sudah dilengkapi dengan radar, sehingga ia menolak untuk mendukung kesepakatan pembelian.

Dan pada pertengahan November kemarin, pemerintah Argentina akhirnya membekukan kesepakatan pembelian dengan Israel. Secara resmi, alasannya adalah menunggu pemilihan presiden berikutnya, yang akan dipilih pada 22 November, untuk memutuskan apakah akan melanjutkan akuisisi Kfir blok 60.

Tapi sebenarnya ada masalah lain yang mengganjal, ungkap MercoPress. “Rupanya angkatan udara Argentina mempertanyakan beberapa masalah, diantaranya mesin jet baru, yakni J79 General Electric yang harus mendapatkan persetujuan dari AS untuk melakukan penjualan.”

Jadi dengan kemungkinan kegagalan mendapatkan Kfir, angkatan udara Argentina tetap semakin menderita…