Korea Dan Indonesia Akhirnya Tanda Tangani kesepakatan Project KF-X

Korea menandatangani kesepakatan penting pada hari Minggu dengan Indonesia, di mana negara Asia Tenggara tersebut akan membayar 20 persen dari 8,5 triliun won untuk biaya proyek KF-X.

Proyek KF-X ini bertujuan untuk mengembangkan jet tempur buatan Korea-Indonesia pada tahun 2025 untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang sudah menua.

Korea Aerospace Industries (KAI), mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani dua penawaran yang terpisah dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan pertahanan negara yang dikelola PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Seoul.

Berdasarkan kesepakatan itu, Jakarta akan menginvestasikan anggaran sebesar 1.7 trilyun Won pada proyek KF-X dan akan berpartisipasi pada proses desain dan produksi komponen. Indonesia juga akan mengakuisisi salah satu prototipe dan teknologi datanya.

Kesepakatan dengan pemerintah Indonesia terutama menyangkut tentang pembagian biaya, sedangkan kesepakatan dengan PTDI terkait pembagian pekerjaan.

Korea berencana untuk menginvestasikan dana 8,5 triliun won dalam proyek KF-X dan tambahan 10 triliun won lagi untuk menghasilkan 120 jet tempur.

Defense Acquisition Program Administration (Dapa) menjelaskan bahwa kontrak resmi ditandatangani setelah mendapat persetujuan dari Defense Acquisition Program Executive Committee.

Penandatanganan ini menghapus kekhawatiran Indonesia yang meragukan kesepakatan setelah Korea gagal menerima empat teknologi inti yang terkait dengan pesawat tempur F-35 dari raksasa pertahanan Lockheed Martin.

KAI terpilih sebagai pemenang lelang untuk proyek KF-X pada bulan maret lalu dan perusahaan KAI berencana untuk menjual lebih dari 1.000 jet tempur KF-X setelah pembangunannya selesai.

koreatimes