Digempur Rusia, Basis ISIS Terus Berkurang

Jet Temput Rusia
Serangan udara dilakukan Rusia sejak akhir september lalu. Dalam beberapa hari terakir, serangan ke basis-basis pertahanan ISIS semakin gencar dilakukan.

Serangan tersebut berhasil memangkas jumlah wilayah yang dikuasai oleh ISIS.
Seperti dilaporkan Sputniknews, Minggu (22/11/2015), Saat ini, wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak hanya tinggal puluhan.

“Saat ini, ISIS hanya memiliki 34 basis di Mosul, Raqqa, dan lain-lain yang sebelumnya begitu banyak jumlahnya,” kata Managing Director kantor berita Irak al-Nakhil, Mohammad Ali al-Hakim.

Menurutnya, bukan tidak mungkin, ISIS akan hancur di masa mendatang. “Akhir dari ISIS yang dilahirkan oleh Barat kian dekat,” katanya.

Sementara itu Duta Besar Suriah untuk Rusia, Riad Haddad menegaskan bahwa serangan Angkatan Darat Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia ditujukan kepada organisasi teroris bersenjata dan bukan kepada faksi oposisi politik dan sipil.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigo mengatakan, pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal dan menjatuhkan ribuan jenis bom saat menggempur sejumlah wilayah yang dikuasai oleh ISIS.

“Dalam empat hari terakhir, kami telah melakukan penerbangan strategis dan taktis sebanyak 522 sorties. Total 101 rudal jelajah telah diluncurkan dari udara dan laut, dan sekitar 1.400 ton bom dari berbagai jenis telah dijatuhkan di sejumlah sasaran milik teroris,” tuturnya dalam sebuah laporan kepada Presiden Vladimir Putin seperti dikutip dari laman Sputniknews.

Menurut Shoigu, akibat serangan tersebut, ISIS mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta per hari karena mereka tidak bisa menjual 60.000 ton minyak ilegal ke pasar gelap.

Pasalnya, 525 truk tangki dan 15 tempat penyimpanan dan fasilitas kilang minyak baru milik ISIS telah hancur. Selain itu, serangan itu juga menewaskan 600 anggota ISIS di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah.

Dua puluh tiga basis pelatihan teroris, 19 pabrik memproduksi senjata dan bahan peledak, 47 depot dengan amunisi dan dana, serta benda-benda lainnya juga dilaporkan telah hancur.