Gelar Latihan Perang, Korsel Acuhkan Ancaman Korut

Tentara Korea Selatan dibarikade chekpoint, Grand Unification Bridge, yang memisahkan Korea Selatan dan korea Utara

Korea Selatan menyelenggarakan latihan perang pada Senin (23/11/2015) dekat perbatasan laut yang disengketakan oleh kedua Korea meskipun dengan adanya peringatan kemungkinan balasan dari Korea Utara, kata perwira militer.

Latihan tersebut dilakukan di sekitar pulau-pulau garis depan di Laut Kuning untuk memperingati penembakan yang dilakukan oleh Korea Utara lima tahun lalu, ujar Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Serangan di Pulau Yeonpyeong pada 23 November 2010 yang menewaskan empat warga Korea Selatan termasuk di antaranya dua warga sipil dan sempat memicu ketakukan akan perang skala penuh. Kejadian tersebut merupakan salah satu insiden perbatasan paling serius sejak Perang Korea pada 1950-1953.

Korea Selatan telah mengadakan latihan perang sebelumnya dekat perbatasan Laut Kuning pada waktu peringatan yang sama sebagai unjuk kekuatan.

Militer Korea Utara mengancam untuk membalas tanpa ampun pada Minggu jika peluru artileri Korea Selatan jatuh di perairan Korea Utara.

Pyongyang yang dikenal karena sering memberikan peringatan untuk menyerang Korea Selatan, jarang melaksanakan ancaman tersebut.

Seoul menolak untuk menyingkap keterangan lebih lanjut terkait latihan tersebut namun berjanji untuk segera menyerang balik jika Korea Utara melancarkan segala bentuk provokasi.

“Saya ingin militer kami membangun sebuah sikap siap bertempur yang sempurna jadi mereka dapat menghadapi ancaman apapun atau provokasi tanpa ragu,” ujar Presiden Park Geun-Hye dalam pesan video saat dilaksanakannya upacara peringatan.

Upacara tersebut diadakan di gedung peringatan perang, Seoul, dan dihadiri oleh ribuan pejabat pemerintahan, tentara dan pihak lainnya.

Kedua pihak Korea akan mengadakan pertemuan yang jarang dilakukan, bertujuan untuk mengatur pertemuan tingkat tinggi yang mungkin akan memberikan dasar peningkatan berkelanjutan dalam hubungan kedua Korea.

Pertemuan yang diadakan di desa Panmujom akan menjadi interaksi antarpemerintahan pertama sejak para pejabat bertemu di tempat yang sama pada Agustus untuk meredakan krisis yang mendorong kedua belah pihak berada di ambang konflik bersenjata.

Perbatasan maritim yang ditetapkan secara sepihak oleh pasukan PBB yang dipimpin Amerika Serikat pada akhir perang dan tidak diakui oleh Pyongyang, menjadi lokasi konflik angkatan laut yang mematikan pada 1999, 2002 dan 2009.